Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gap Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Melebar

📅 Selasa, 25 Jun 2024, 10:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gap Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Melebar Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Tingkat pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah meningkat cukup signifikan tahun lalu setelah selama tiga tahun sebelumnya tingkat pertumbuhannya cenderung stagnan. Sayangnya, peningkatan literasi masyarakat tersebut tak dibarengi dengan tingkat penetrasi industri keuangan syariah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan literasi keuangan syariah naik menjadi 39,11 persen pada 2023. "Literasi dan inklusi keuangan syariah, ini luar biasa sekali hasilnya mengagetkan ya, literasi yang secara tiap 3 tahun kita survei angkanya selalu di angka 9 persen, Alhamdulillah di tahun lalu sudah mencapai 39,11 persen," kata Friderica di Jakarta, Senin (24/6).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), indeks literasi keuangan syariah berhasil naik dari 30 persen menjadi 39 persen pada 2023. Namun, indeks inklusi keuangan syariah tercatat masih stagnan di angka 12 persen.

Dalam acara peluncuran Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2024, Friderica menuturkan pencapaian tersebut berdasarkan hasil dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan oleh OJK bersama dengan Badan Pusat Statistik (BPS). "Ini luar biasa, kenaikannya empat kali lipat lebih. Ini sesuatu yang sangat menggembirakan, tetapi inklusinya kok belum bergerak ya," ujarnya.

Menurut dia, peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat termasuk di generasi muda, merupakan tanggung jawab bersama. "Ini PR kita semua bagaimana kita bersama-sama mengembangkan industri keuangan syariah yang sama-sama kita banggakan, bagaimana nanti ini kemudian menjadi semakin memberikan manfaat kepada umat, kemudian ini bisa memberikan banyak manfaat untuk kita semua," tuturnya.

Dia juga menekankan pentingnya mengedukasi generasi muda agar melek keuangan termasuk tentang ekonomi dan keuangan syariah sekaligus untuk mempersiapkan generasi muda menjadi penerus-penerus pelaku usaha jasa keuangan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah generasi muda menjadi korban pinjaman online (pinjol) ilegal dan penipuan di sektor jasa keuangan termasuk scam dan fraud.

Aset Meningkat

Lebih lanjut, Friderica menambahkan keuangan syariah berperan nyata sebagai salah satu penopang perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), kontribusi usaha syariah dan pembiayaan syariah terhadap produk domestik bruto (PDB) sekitar 46 persen.

Friderica mengungkapkan total aset industri keuangan syariah per Desember 2023 mencapai 2.500 triliun rupiah dengan rincian sektor perbankan syariah sebesar 892 triliun rupiah, Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) syariah sebesar 156 triliun rupiah, dan dari sektor pasar modal syariah sebesar 1.500 triliun rupiah.

Eksistensi keuangan syariah Indonesia di kancah global juga terus diakui, tercermin dari beberapa peningkatan indeks global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

33 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

58 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.