Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peneliti BRIN sebut wisata perdesaan untuk pembangunan berkelanjutan

📅 Senin, 24 Jun 2024, 16:18 WIB | Oleh:
Peneliti BRIN sebut wisata perdesaan untuk pembangunan berkelanjutan Doc: ANTARA/Jessica Wuysang
Ket. Ilustrasi - Sejumlah wisatawan domestik bermain di laut di Pulau Lemukutan, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Minggu (23/6).

Jakarta -- Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Roby Ardiwidjaja menyatakan wisata perdesaan yang menyuguhkan berbagai minat khusus dan memotivasi wisatawan berkunjung ke desa menjadi jawaban dalam upaya mendukung pembangunan berkelanjutan.

"Potensi Indonesia cukup mengagumkan. Menurut saya jagoan untuk daya tarik yang sifatnya khas Indonesia, sehingga peluangnya cukup besar untuk dikembangkan sebagai destinasi pariwisata kelas dunia," kata peneliti Pusat Riset Ekonomi Industri, Jasa, dan Perdagangan BRIN tersebut dalam lokakarya yang dipantau di Jakarta, Senin.

Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2023, Indonesia memiliki 83.971 desa/kelurahan. Sedangkan, jumlah kota hanya ada 98 kota dan 416 kabupaten.

Roby memandang bila orientasi pembangunan dari kota tanpa melibatkan desa, maka hal itu akan berdampak terhadap puluhan ribu desa di seluruh Indonesia.

"Seyogyanya pembangunan harus dari desa, sebab kalau pembangunan dari kota, orang-orang desa akan datang ke kota, sehingga yang terjadi di desa adalah urbanisasi dan kekurangan sumber daya manusia," ujarnya.

Paradigma pembangunan pariwisata Indonesia ke depan adalah meningkatkan nilai tambah pariwisata.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 menempatkan target utama berupa devisa dan nilai tambah pariwisata; kapasitas destinasi, industri, dan masyarakat; kapasitas sumber daya manusia; daya dukung lingkungan; serta citra pariwisata yang berdaya saing Nusantara.

Data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyebutkan Indonesia memiliki 36 desa wisata tersertifikasi dengan catatan sebagai desa wisata berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.