Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tanggapi Perjanjian Korut-Russia, Korsel Pertimbangkan Pasok Senjata ke Ukraina

📅 Jumat, 21 Jun 2024, 15:26 WIB | Oleh:
Tanggapi Perjanjian Korut-Russia, Korsel Pertimbangkan Pasok Senjata ke Ukraina Doc: Yonhap
Ket. Penasihat Keamanan Nasional Korea Selatan Chang Ho-jin mengeluarkan pernyataan terkait perjanjian yang ditandatangani Korea Utara dan Russia minggu ini dalam konferensi pers di kantor kepresidenan pada 20 Juni 2024.

SEOUL - Pemerintah Korea Selatan pada Kamis (20/6) mengatakan akan mempertimbangkan kembali pendiriannya mengenai pasokan senjata ke Ukraina setelah Korea Utara dan Russia menandatangani perjanjian untuk memberikan bantuan militer segera jika salah satu dari mereka diserang.

Dilaporkan Yonhap, Penasihat Keamanan Nasional Korsel Chang Ho-jin juga menyesalkan "perjanjian strategis komprehensif" yang ditandatangani Presiden Russia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Pyongyang pada hari Rabu (19/6).

"Pemerintah menyatakan keprihatinan mendalam dan mengutuk penandatanganan perjanjian kemitraan strategis komprehensif antara Korea Utara dan Russia, yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama militer dan ekonomi," kata Chang dalam konferensi pers di kantor kepresidenan.

Chang mengatakan kerja sama apa pun yang secara langsung atau tidak langsung membantu peningkatan militer Korea Utara merupakan pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB dan akan tunduk pada pengawasan dan sanksi internasional. Pihaknya berjanji akan mengambil tindakan yang sesuai.

"Kami berencana untuk mempertimbangkan kembali masalah dukungan senjata kepada Ukraina," kata Chang, menyarankan untuk mengubah kebijakan Korea Selatan yang tidak memberikan bantuan mematikan kepada Ukraina.

Seorang pejabat kepresidenan mengatakan Korea Selatan akan mempertahankan ambiguitas strategis mengenai jenis senjata tersebut.

"Langkah-langkah spesifik akan diumumkan kemudian, dan akan menarik untuk melihat bagaimana Russia meresponsnya, dibandingkan mengungkapkan rencana kami terlebih dahulu," kata pejabat itu kepada wartawan.

Korea Selatan juga akan menjatuhkan sanksi tambahan terhadap empat kapal, lima organisasi, dan delapan individu yang terlibat dalam transfer senjata dan minyak antara Russia dan Korea Utara, kata Chang.

Saat ini, terdapat 1.159 item yang tunduk pada kontrol ekspor ke Russia setelah perang Ukraina, dan Korea Selatan akan menambah 243 item baru, sehingga totalnya menjadi 1.402 item yang terkena sanksi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Dua Kapal Tanker Minyak Diserang di Selat Hormuz

59 menit yang lalu | Lili Lestari

Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.