Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polusi Udara Berkaitan dengan Kematian 2.000 Anak Setiap Hari

📅 Jumat, 21 Jun 2024, 00:02 WIB | Oleh:
Polusi Udara Berkaitan dengan Kematian 2.000  Anak Setiap Hari Doc: istimewa
Ket. Laporan menemukan polusi ozon dikaitkan dengan hampir 500.000 kematian pada tahun 2021.

PARIS - Sebuah laporan pada Rabu (19/6), menyebutkan, hampir 2.000 anak meninggal setiap hari akibat masalah kesehatan terkait polusi udara, yang kini menjadi faktor risiko terbesar kedua kematian dini di seluruh dunia.

"Paparan polusi udara berkontribusi terhadap kematian 8,1 juta orang, sekitar 12 persen dari seluruh kematian pada tahun 2021," bunyi laporan dari Health Effects Institute yang berbasis di Amerika Serikat ini.

Dikutip dariThe Straits Times, laporan dari Health Effects Institute ini artinya, polusi udara telah melampaui penggunaan tembakau dan pola makan yang buruk dan menjadi faktor risiko utama kedua penyebab kematian dini, setelah tekanan darah tinggi.

Anak-anak kecil sangat rentan terhadap polusi udara, dan lembaga ini bermitra dengan Dana Anak-Anak PBB atauUN Children's Fund Unicef (UNICEF) untuk laporan tahunan State of Global Air. Polusi udara berkontribusi terhadap kematian lebih dari 700.000 anak di bawah usia lima tahun, menurut laporan tersebut.

Lebih dari 500.000 kematian disebabkan oleh memasak di dalam ruangan dengan menggunakan bahan bakar kotor seperti batu bara, kayu atau kotoran hewan, sebagian besar terjadi di Afrika dan Asia. "Ini adalah masalah yang kami tahu bisa kami selesaikan," kata Pallavi Pant, kepala kesehatan global di Health Effects Institute.

Polutan Kecil

Hampir setiap orang di dunia menghirup polusi udara dalam tingkat yang tidak sehat setiap hari, demikian temuan laporan tersebut. Lebih dari 90 persen kematian disebabkan oleh polutan kecil di udara yang disebutParticulate Matter (PM) 2.5, yang berukuran 2,5 mikrometer atau kurang, katanya.

Menghirup PM2.5 terbukti meningkatkan risiko kanker paru-paru, penyakit jantung, stroke, diabetes, dan berbagai masalah kesehatan lainnya. Laporan tersebut bertujuan menghubungkan tingkat penyakit tersebut dengan tingkat polusi udara.

"Namun meskipun angkanya cukup mencolok, laporan tersebut masih meremehkan dampak polusi udara," kata Pant.

Ia tidak memperhitungkan bagaimana polusi udara dapat mempengaruhi kesehatan otak, penyakit neurodegeneratif, atau dampak apa yang bisa ditimbulkan oleh penggunaan bahan bakar padat untuk pemanasan.

Laporan tersebut juga menemukan polusi ozon, yang diperkirakan akan bertambah buruk seiring pemanasan dunia akibat perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia, dikaitkan dengan hampir 500.000 kematian pada tahun 2021.

"Banyak bagian dunia yang mengalami episode polusi udara yang sangat singkat dan intens saat ini, misalnya kebakaran hutan, badai debu, atau panas ekstrem, yang dapat meningkatkan kadar ozon," kata Pant.

"Terdapat solusi yang sangat mirip untuk perubahan iklim dan polusi udara, khususnya mengurangi emisi gas rumah kaca," tambahnya.

Lebih banyak lagi yang bisa dilakukan mengenai penggunaan bahan bakar padat kotor untuk memasak di dalam ruangan, kata Pant, seraya menunjuk pada bagaimana Tiongkok telah membuat kemajuan signifikan dalam bidang ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...

El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
El Clasico Jadi Laga Superm...

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.