Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dokter Ingatkan Vaksin Efektif Lindungi Individu Cegah Demam Berdarah

📅 Jumat, 21 Jun 2024, 00:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dokter Ingatkan Vaksin Efektif Lindungi Individu Cegah Demam Berdarah Doc: ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi
Ket. Ilustrasi vial vaksin digunakan saat pelaksanaan vaksinasi.

Jakarta - Ketua Tim Kerja Arbovirosis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Asik Surya mengatakan vaksin demam berdarah adalah salah satu cara efektif guna melindungi individu dari penyakit tersebut sebagai pelengkap dari upaya-upaya penanggulangan yang lainnya.

Dia mengatakan hal tersebut dalam "Tanda Bahaya DBD. Kenali Sebelum Terlambat!" yang disiarkan Kemenkes di Jakarta, Kamis, sebagai respon dari pertanyaan mengenai efektivitas serta anjuran vaksin demam berdarah.

Asik menyebutkan dalam penanganan demam berdarah berupa nyamuk ber-wolbachia, yang dilindungi adalah lingkungannya, karena nyamuknya tidak menularkan infeksi tersebut. Sedangkan vaksin, lanjut dia, melindungi individu sehingga apabila orang yang divaksin tersebut pergi ke daerah endemik, maka tetap terlindungi.

Dia juga menilai vaksin sebagai cara pencegahan yang mudah, karena hanya tinggal disuntikkan, ketimbang mengurus nyamuk ber-wolbachia. Selain itu efek dari vaksin bertahan lebih lama.

Asik mengatakan sejauh ini terdapat dua vaksin demam berdarah yang sudah mendapatkan persetujuan dari BPOM.

Dia juga menuturkan untuk menjadikan vaksin demam berdarah sebagai program nasional, masih menunggu rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization, karena perlu dikaji terlebih dahulu, misalnya terkait dengan pembentukan kekebalan komunal.

"Ketika kita melakukan vaksin ini (sebagai) program, itu kan harus menentukan bagaimana program itu bisa menjadikan sebuah namanyaherd immunity, kekebalan kelompok. Jadi tidak perlu seluruhnya, misalkan 70 persen dari total penduduk. Mungkin juga bisa melindungi yang tidak divaksin," ujarnya.

Kekebalan komunal tersebut, kata dia, juga terkait dengan efisiensi dan efektivitas biayanya. Apabila dijadikan program nasional terlalu mahal, kata dia, maka dapat dijadikan program pilihan, di mana pemerintah bekerja sama dengan rumah sakit tertentu dan membiayai sebagian biaya untuk vaksin tersebut.

Dia menjelaskan demam berdarah dapat menyerang semua usia, bahkan lansia, namun vaksin dapat diprioritaskan bagi yang berisiko tinggi, seperti anak-anak. Dia mencontohkan di Kalimantan Timur, pemerintah daerahnya berinisiatif untuk memberikan vaksin secara terbatas, hanya untuk anak-anak sekolah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.