Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN Giatkan Literasi Kesehatan Lansia

📅 Kamis, 20 Jun 2024, 03:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
BRIN Giatkan Literasi  Kesehatan Lansia Doc: antara

JAKARTA - Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) tengah menggiatkan literasi mengenai kesehatan fisik maupun jiwa orang dengan lanjut usia (lansia) untuk bersiap menghadapi bonus demografi kedua.

Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Resti Pujihasvuty menyebutkan Indonesia diprediksi mengalami banjir lansia pada rentang tahun 2035-2040 dengan jumlah lansia sekitar 17 hingga 20 persen dari komposisi demografi penduduk.

"Dengan prediksi proporsi lansia yang semakin meningkat, kita punya tugas untuk memastikan kita di masa yang akan datang sebagai lansia nantinya tetap dapat produktif dan berkontribusi pada perekonomian negara," kata Resti dalam webinar bertajuk "Lansia-Ku di Era Ageing Population" yang diselenggarakan oleh BRIN di Jakarta pada Rabu (19/6).

Pada tahun 2035 jumlah lansia diprediksi mendekati dua kali lipat dari tahun 2020 yang jumlahnya 36 juta jiwa, sehingga pada tahun mendatang tersebut jumlahnya menjadi 48 juta jiwa.

Adapun yang jadi masalah, lanjut dia, ketika lansia menghabiskan masa tuanya dalam kondisi sakit, baik itu sakit fisik maupun jiwa, total peluang ekonomi keluarga yang hilang setiap bulan sedikitnya Rp1 triliun berdasarkan riset yang dikeluarkan oleh Universitas Respati Indonesia (URINDO).

Ia menerangkan riset itu mengasumsikan seorang lansia dengan kondisi yang sehat dan tetap produktif sedikitnya dapat memiliki penghasilan sekitar 1 juta rupiah setiap bulan.

Sementara di lain sisi, anggota keluarga yang mengasuh lansia dalam kondisi sakit diasumsikan kehilangan sedikitnya 4 juta rupiah setiap bulan.

Oleh karena itu, pihaknya menekankan pentingnya penggiatan edukasi maupun literasi mengenai cara menjaga kesejahteraan fisik maupun jiwa individu ketika memasuki usia senja.

Salah satunya ialah dengan memastikan lansia tidak mengalami kondisi kesepian karena kondisi tersebut memberikan dampak negatif terhadap kesehatan lansia.

Ia pun menyebutkan prevalensi lansia alami ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) ringan sebesar 12,8 persen, sementara prevalensi lansia alami depresi sebesar 7,7 persen, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Jadi memang kondisi kesepian memiliki aspek negatif terhadap kesehatan jiwa lansia, mulai dari menyebabkan depresi, percobaan bunuh diri, tekanan psikologis tinggi, kecemasan, hingga skizofrenia," jelas Resti.

Selain itu, kata dia, kondisi kesepian dapat menyebabkan lansia mengalami masalah kesehatan fisik, seperti serangan jantung, stroke, kanker, diabetes, alzheimer, hingga dalam kondisi yang serius adalah kematian dini pada lansia. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.