Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasar Buku Kwitang akan Dijadikan Zona Khusus Wisata Literasi

📅 Rabu, 19 Jun 2024, 11:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pasar Buku Kwitang akan Dijadikan Zona Khusus Wisata Literasi Doc: ANTARA/Muzdaffar Fauzan
Ket. Menparekraf Sandiaga Uno usai membagikan 420 daging kurban Kemenparekraf di Jakarta, Rabu (19/6/2024).

JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno ingin menjadikan Pasar Buku Kwitang, Jakarta, sebagai zona khusus wisata literasi guna membantu pemajuan industri penerbitan di Tanah Air.

"Kalau kita bikin zona khusus untuk wisata literasi ini juga akan membantu untuk tetap menggeliatkan industri penerbitan," kata Sandiaga usai membagikan 420 daging kurban Kemenparekraf di Jakarta, Rabu (19/6).

Menurut Sandiaga, nantinya zona khusus wisata literasi Kwitang ini akan terintegrasi dengan zona pariwisata halal yang dekat dengan Islamic Center, sehingga turut memacu peningkatan wisata halal di Indonesia.

Sandiaga mengatakan, rencana pembuatan zona khusus ini dilakukan, mengingat adanya penurunan penjualan di industri penerbitan yang terlihat dari jarangnya penyelenggaraan perhelatan pameran buku internasional (International Book Fair). Padahal ia menilai, industri penerbitan memiliki peranan penting dalam berkontribusi terhadap pemajuan ekonomi kreatif, khususnya sektor film.

"Film-film yang sukses mau itu dari Netflix ataupun film-film bioskop itu justru berasal dari tulisan-tulisan yang sangat sukses, baik dalam bentuk novel maupun dalam bentuk skrip yang ada di industri penerbitan," kata dia.

Selain membuat zona khusus wisata literasi di Pasar Buku Kwitang, pihaknya juga akan memfasilitasi industri penerbitan untuk melakukan transformasi digital. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mendorong minat baca masyarakat Indonesia.

Sebelumnya Menparekraf Sandi mengatakan ekonomi kreatif bisa menjadi penopang perekonomian Indonesia untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Hal itu dikarenakan sektor ekonomi kreatif Indonesia menempati posisi ketiga di dunia, sehingga hal ini menjadi modal untuk meningkatkan pendapatan negara.

Sandiaga mengungkapkan, sektor ekonomi kreatif berhasil menyumbangkan Rp1.300 triliun kepada PDB Indonesia. Adapun terdapat tiga subsektor ekonomi kreatif menonjol yang dimiliki Indonesia, antara lain subsektor kuliner, kriya dan fesyen.

Masing-masing subsektor, lanjut dia, kuliner menyumbangkan kontribusi pada PDB sebesar 43 persen, fesyen 17 persen, dan dari kriya 15 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.