Kebakaran Lahan di Kawasan Gunung Rinjani Dipicu Cuaca Panas
Rabu, 19 Jun 2024, 15:26 WIBMataram - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyatakan kebakaran lahan yang terjadi di kawasan Gunung Rinjani tepatnya di jalur pendakian melalui Aik Berik, Lombok Tengah, diduga akibat cuaca yang sangat panas.
"Bencana kebakaran lahan kawasan Gunung Rinjani itu diduga dipicu faktor cuaca panas pada musim kemarau 2024," kata Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah 1Dwi Pangestu di Mataram, Rabu.
Ia mengatakan lokasi kebakaran lahan terletak pada koordinat 08°25'42,44 Lintang Selatan (LS) dan 116°24'04,96 Bujur Timur (BT) dengan perkiraan luas kawasan yang terbakar sekitar 31 hektare dan api telah padam.
"Vegetasi yang terbakar adalah rumput, alang-alang, dan Cemara Gunung," katanya.
Sebelumnya Balai TNGRNTB menurunkan petugas untuk melakukan pengecekan dan pemadaman kebakaran lahan di kawasan Gunung Rinjanipada Senin (18/6).
"Tim dari Resort Aik Berik pagi ini persiapan menuju lokasi titik api atau lokasi kebakaran," kata Pengendali Ekosistem Hutan Balai TNGR Budi Soesmardi.
Ia mengatakan kebakaran itu terjadi pada Minggu (16/06) sore, setelah terlihat titik api atau kepulan asap dari Danau Segara Anak. Penyebab kebakaran belum bisa dipastikan, karena tim belum sampai ke lokasi kebakaran.
"Lokasi diperkirakan di jalur pendakian Aik Berik Lombok Tengah," katanya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Polda Metro Jaya Bantu Padamkan Kebakaran 26 Gudang di Tangerang
-
Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
-
Kembangkan Model AI Kompetitor Tiongkok, Nvidia Gelontorkan US$6 Miliar
-
Maroon 5 Bakal Konser di Jakarta
-
Penanganan Karhutla di Kalbar Difokuskan di Tiga Kabupaten
-
Studi Ilmuwan: Jangan Buru-Buru Kasih Medsos ke Anak demi Cegah Gangguan Mental
-
Menag Tegaskan Tak Boleh Ada Kekerasan di Pesantren dan Madrasah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.