BMKG : Tiga Titik Panas Terpantau di Sumatera Utara
Rabu, 19 Jun 2024, 15:50 WIBMEDAN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan berdasarkan pantauan Sensor Modis yakni Satelit Tera, Aqua, SNPP, dan NOAA20, terpantau tiga titik panas di Sumatera Utara (Sumut).
"Ketiga titik panas tersebut tepatnya terpantau di Kecamatan Dolok, Kabupaten Padang Lawas Utara," kata Prakirawan Balai Besar MKG wilayah I Medan Aryo Prasetyo Mulyo, Rabu.
Terkait titik panas tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan, mengingat cuaca panas saat ini meski sesekali hujan.
Pantauan terhadap titik panas tersebut, lanjutnya, juga sudah disampaikan kepada pemangku kepentingan di daerah itu agar dapat menjadi perhatian.
Sementara terkait cuaca, pada Kamis (20/6) siang dan sore hari berpotensi hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah Sumatera Utara.
Hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah Langkat, Medan, Binjai, Deli Serdang, Pematang Siantar, Simalungun, Asahan, Tebing Tinggi, Batubara, Toba, Labuhanbatu, Sibolga, Dairi, Mandailing Natal dan Kepulauan Nias.
Malam hari berpotensi hujan ringan hingga lebat di wilayah Langkat, Binjai, Medan, Karo, Pematang Siantar, Toba, Padang Lawas Utara, Labuhan Batu Utara dan sekitarnya.
Kemudian, pada dini hari berpotensi hujan ringan hingga lebat di wilayah Langkat, Binjai, Karo, Asahan dan sekitarnya.
"Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah sebagian Pesisir Timur, Lereng Timur, Pesisir Timur dan Pegunungan Sumatera Utara yang dapat dapat berpotensi terjadinya banjir, longsor serta bencana hidrometeorologis lainnya," katanya.
Sementara Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Belawan Indah Riandiny menyebutkan pada Rabu hingga Kamis pola angin di Perairan Sumatera bagian utara pada umumnya bertiup dari arah selatan hingga barat laut dengan kecepatan 02 -20 knot.
Gelombang laut wilayah Barat Indonesia pada umumnya rendah (0.5-1.25 meter) dan sedang (1.25 - 2.5 meter).
Seperti perairan Sabang - Banda Aceh, perairan Lhokseumawe dan Selat Malaka bagian tengah gelombang yang terjadi masuk kategori rendah.
Sementara gelombang kategori sedang berpotensi terjadi di Perairan utara Sabang, Selat Malaka bagian utara, perairan barat Aceh, berawan tebal di selatan Perairan Meulaboh-Sinabang, Samudera Hindia barat Aceh, Perairan Nias - Sibolga, Samudera Hindia barat Nias.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Mendikdasmen Abdul Mu'ti Dorong Literasi 3S untuk Siapkan Generasi Emas 2045.
-
Truk dan Bus Tak Bisa Sembarangan Antre Mengisi BBM, Macet di Makassar Mulai Terurai
-
LG Raih Predikat Best Brand of IFA 2026 dan Sejumlah Penghargaan Inovasi
-
Hamilton Geram Ferrari Gagal Total di GP Italia, Ada Perubahan Besar yang Diminta!
-
Doa Bersama Digelar untuk Keselamatan Jurnalis di Anak Krakatau
-
Como vs RB Leipzig: Tim Debutan Liga Champions Tantang Semifinalis 2020
-
BNPB: 209,78 Hektare Lahan Terbakar di Kalimantan dan Sumatra Masih Proses Pemadaman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.