Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Beijing: Pertemuan Menlu Wang Yi dan Menko Luhut Jadi Contoh Keeratan Hubungan Kedua Negara

📅 Selasa, 18 Jun 2024, 00:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Beijing: Pertemuan Menlu Wang Yi dan Menko Luhut Jadi Contoh Keeratan Hubungan Kedua Negara Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia
Ket. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers rutin di Beijing, China pada Senin (17/6).

Beijing - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan pertemuan antara Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarinves) Luhut Binsar Pandjaitan pada April dan Juni 2024 menunjukan kedekatan bilateral kedua negara.

"Pada akhir April, Menteri Luar Negeri Wang Yi mengunjungi Indonesia dan memimpin Pertemuan Keempat Dialog Tingkat Tinggi dan Mekanisme Kerja Sama China-Indonesia (HDCM). Pertemuan keduanya sekitar dua bulan setelahnya menunjukkan kedekatan dan kekuatan hubungan bilateral dua negara," kata Lin Jian dalam konferensi pers rutin di Beijing, China pada Senin.

Pada 20 April 2024, Menlu Wang Yi dan Menkomarinves Luhut Binsar Panjaitan bertemu dalam mekanisme HDCM di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Selang sekitar dua bulan kemudian, pada 13 Juni 2024, kedua pejabat tinggi tersebut kembali bertemu di kawasan Geopark Changbaishan, Provinsi Jilin, China.

"Pada 13 Juni, Menteri Luar Negeri Wang Yi bertemu dengan Koordinator Kerja Sama Indonesia-China sekaligus Menkomarinves Luhut Binsar Pandjaitan dan menjadi ketua bersama dalam Dialog Tingkat Tinggi dan Mekanisme Kerja Sama China-Indonesia di Jilin, termasuk melakukan pertukaran pandangan mengenai hubungan China-Indonesia serta isu-isu internasional dan regional yang menjadi kepentingan bersama," ungkap Lin Jian.

Di bawah kepemimpinan strategis diplomasi kedua kepala negara, menurut Lin Jian, hubungan bilateral China-Indonesia telah mempertahankan momentum pertumbuhan yang kuat.

"Kedua negara telah sering melakukan pembicaraan tingkat tinggi, memperdalam kerja sama, dan membuat kemajuan dalam membangun komunitas untuk masa depan bersama," papar Lin Jian.

Terlebih pada Maret 2024 lalu, presiden Indonesia terpilih Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke China yang dinilai sukses.

"China siap bekerja sama dengan Indonesia untuk sering melakukan pembicaraan tingkat tinggi, memperdalam kerja sama praktis dan memperkuat komunitas China-Indonesia dengan masa depan bersama untuk memberikan hasil yang lebih nyata bagi masyarakat kedua negara," kata Lin Jian.

Dalam pertemuan tersebut, Menko Luhut menekankan dua hal penting yaitu pertama, pembentukan satuan tugas untuk mendorong kerja sama ketahanan pangan dan kesehatan; dan kedua, kerja sama implementasi berbagai nota kesepahaman (MoU) antarpemerintah yang telah ditandatangani pada 2023 lalu yaitu di bidang ekonomi digital, transisi energi dan hilirisasi.

Menko Luhut juga menyampaikan agar perusahaan-perusahaan China yang telah bekerja sama dengan Indonesia dalam investasi energi hijau, turut mengundang distributornya untuk berinvestasi di tanah air, khususnya industri baterai berbasis nikel untuk menggunakan produksi nikel di Indonesia.

Sedangkan terkait besarnya potensi tenaga surya sebesar 3.000 GW, Menko Luhut mendorong produsen tenaga surya dan rantai pasok China untuk mendirikan pabrik di Indonesia. Hal lain adalah mengenai peningkatan kualitas udara, Indonesia meminta dukungan asistensi teknis untuk penurunan polusi dari PLTU di Indonesia.

"Saya juga mengundang pemerintah China untuk berpartisipasi dalam 'Indonesia International Sustainability Forum' yang sekiranya akan digelar pada 5-6 September 2024 mendatang. Tahun 2025 mendatang, keduanya akan merayakan 75 tahun hubungan diplomatik, saya berharap hubungan bilateral kedua negara ini tetap saling mendukung dan mewujudkan kesejahteraan masyarakatnya bersama-sama," kata Menko Luhut dalam akun Instagramnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.