BRIN Ciptakan Varietas Unggul Pacar Air untuk Tanaman Hias dan Obat

Sabtu, 15 Jun 2024, 09:41 WIB

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang melakukan kegiatan pemanfaatan tanaman pacar air untuk menghasilkan varietas unggul sebagai tanaman hias maupun bahan baku obat tradisional.

Peneliti Pusat Riset Hortikultura BRIN Suskandari Kartikaningrum mengatakan pihaknya berusaha menciptakan pacar air yang adaptif dataran rendah dan toleran suhu tinggi.

Ket. Foto: Ilustrasi - Petani memanen bunga pacar air di perkebunan kawasan Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (8/4/2021). — Sumber: ANTARA/Yulius Satria Wijaya
"Kami memilih pacar air karena jenis tersebut memiliki karakter yang diinginkan, yang dapat memperbaiki karakter dari Impatiens hawkeri yang tidak toleran suhu tinggi," ujarnya dalam pernyataan yang dikutip di Jakarta, Sabtu.

Pada 2022 BRIN mulai melalukan kegiatan pemuliaan untuk mencari jenisimpatiens yang toleran suhu tinggi (Impatiens platypetala) dengan melakukan eksplorasi ke Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), dan sekitar koridor Gunung Halimun-Salak Jawa Barat.

Peneliti menemukan satu pacar air dari Sulsel dan enam pacar air yang diambil dari koridor Gunung Halimun Salak. Setelah dilakukan uji lanjut yang dari Jawa Barat hanya terseleksi dua aksesi yang memiliki karakter toleran suhu tinggi.

Adapun dua aksesi yang terseleksi tersebut digunakan sebagai tetua jantan untuk memperbaiki varietas yang sudah beredar pada masyarakat yang saat ini ternyata tidak toleran suhu tinggi dan tidak adaptif di dataran rendah.

Kegiatan perakitan varietas baru dimulai pada 2023 dan sekarang sudah menghasilkan sekitar 2.000-an klon. Dari 2.000 klon tersebut sudah terseleksi sebanyak 24 klon yang terseleksi secara tidak langsung untuk karakter toleran suhu tinggi.

"Sepuluh calon akan dijaring melalui kerja sama dengan pihak swasta untuk memilih tanaman yang disukai oleh masyarakat. Saat ini sedang dilakukan evaluasi kembali dan penanaman yang kedua kalinya di daerah Bogor," kata Suskandari.

Dia mengungkapkan saat ini ada dua klon yang sudah didaftarkan sebagai kepemilikanyaitu varietas dengan nama Alifa dan Bella. Kemudian ada sekitar delapan klon yang akan menyusul untuk didaftarkan dan akan dirilis sebagai varietas baru.

"Sebagian lagi akan didaftarkan ke Kementerian Pertanian untuk perlindungan varietas tanaman," kata Suskandari.

Tanaman pacar air merupakan tanaman herbasemi sukulen. Tanaman itu dapat ditemui di seluruh dunia, terutama pada dataran tinggi di daerah tropis dan subtropis. Sentra utama keragaman genus pacar air terdapat di Afrika, Madagaskar, India, Sri lanka, Himalaya, dan Asia Tenggara.
Di dunia, spesies pacar ada sekitar 1.300 spesies dan sekitar 250 spesies antara lain ada di Asia Tenggara. Sedangkan, di Indonesia tanaman pacar air dapat dijumpai di seluruh pulau terutama di dataran tinggi.

Selain sebagai tanaman hias, pacar air juga dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Bunga pacar air memiliki kandungan senyawa flavonoid, antosianin (cyanidin-3-glycoside), kaemferol, dan senyawa fenolik pada semua bagian tanamannya.

Manfaat dari kandungan senyawa tersebut digunakan untuk mengurangi pembengkakan dan radang kulit, mengobati tulang patah, bisul, keputihan, tekanan darah tinggi, peluruh haid, rematik, sakit pinggang, sakit perut, hingga sakit kuning.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.