Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

“Strain' Flu Burung Texas Sebabkan Kematian pada Musang

📅 Selasa, 11 Jun 2024, 00:00 WIB | Oleh:
“Strain' Flu Burung Texas Sebabkan Kematian pada Musang Doc: JACK TAYLOR/AFP
Ket. Seorang perempuan menunjukkan musang di Pet Expo Thailand, di Bangkok, beberapa waktu lalu.

TEXAS - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau Centres for Disease Control (CDC), pada Jumat (7/6), mengumumkan strain virus flu burung A(H5N1) yang menginfeksi seorang pekerja peternakan sapi perah di Texas pada bulan Maret ternyata menyebabkan penyakit parah dan kematian pada musang.

"Sebaliknya, flu musiman membuat musang sakit, tetapi tidak membunuh mereka," kata CDC.

Dikutip dari The Straits Times, menurut CDC, musang adalah mamalia kecil terbaik untuk mempelajari infeksi dan penularan virus influenza dan biasanya digunakan sebagai alat untuk menginformasikan penilaian risiko kesehatan masyarakat terhadap virus influenza yang muncul.

"Strain virus flu burung (A)H5N1 yang ditemukan di Texas menyebar dengan mudah di antara musang yang sehat ketika mereka melakukan kontak langsung dengan musang yang terinfeksi," kata para peneliti.

Namun, virus ini kurang efisien dibandingkan jenis influenza lainnya dalam penyebaran melalui tetesan pernapasan.

"Hal ini menunjukkan virus seperti ini perlu mengalami perubahan agar bisa menyebar secara efisien melalui tetesan di udara, seperti dari batuk dan bersin," kata CDC.

Mewaspadai Perubahan

Flu burung telah dilaporkan di lebih dari 80 peternakan sapi perah di 11 negara bagian AS sejak akhir Maret. Para ilmuwan mewaspadai perubahan pada virus yang mungkin menandakan virus tersebut beradaptasi dan menyebar dengan lebih mudah ke manusia.

Reuters melaporkan sebelumnya pada hari Jumat bahwa lembaga-lembaga federal dan negara bagian AS sedang merencanakan penelitian mengenai potensi penyebaran flu burung pada sapi perah dalam sebuah langkah yang bertujuan memandu upaya membendung virus dan mengurangi paparan terhadap manusia. Penyebaran melalui saluran pernapasan dapat memberi virus lebih banyak peluang untuk berevolusi.

AS, Meksiko, dan Australia telah melaporkan total lima kasus flu burung H5 dengan versi berbeda pada manusia sejak bulan Maret. Tiga kasus di AS tergolong ringan, dengan dua pekerja susu, satu yang terinfeksi di Texas, hanya mengalami konjungtivitis, atau mata merah, sementara kasus ketiga melibatkan beberapa gejala pernapasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.