Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB Minta Kepala Daerah Segera Tetapkan Status Siaga Kekeringan

📅 Selasa, 11 Jun 2024, 00:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
BNPB Minta Kepala Daerah Segera Tetapkan Status Siaga Kekeringan Doc: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Ket. Kepala Pusat Data, Informasi dan Kebencanaan BNPB Abdul Muhari memaparkan analisa iklim dan cuaca sebagian wilayah Indonesia mulai masuk musim kemarau dalam siaran daring "Disaster Briefing" di Jakarta, Senin (10/6/2024).

Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta setiap kepala daerah mulai dari gubernur, bupati dan wali kota segera menerapkan status siaga darurat bencana kekeringan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa penetapan status siaga darurat tidak harus menunggu makin banyak daerah yang mengalami kekeringan.

"Namun justru perlu segera ditetapkan status siaga darurat kekeringan sekalipun masih potensi; yang diindikasikan dengan adanya tanda alam seperti berkurangnya curah hujan atau hari tanpa hujan lebih dari tiga/tujuh hari," kata dia dalam siaran daring bertajuk "Disaster Briefing".

Menurut dia, semakin cepat ditetapkan status siaga bencana maka akan semakin baik karena dengan demikian pemerintah pusat melalui BNPB bisa membantu pemerintah daerah untuk intervensi upaya pencegahan atau pengendalian kekeringan.

Upaya pencegahan dan pengendalian yang disiapkan oleh BNPB tersebut antara lain penyaluran air bersih, logistik kebutuhan pokok bahkan hingga melakukan hujan buatan melalui operasi modifikasi cuaca.

"Intervensi bantuan itu baru bisa dilakukan setelah pemerintah daerah menerapkan status siaga darurat. Dan dapat memperkecil dampak kekeringan pada aktivitas pertanian, rumah tangga sebagainya," ujarnya.

Oleh karena itu, Abdul mengharapkan status siaga darurat sudah ditetapkan pemerintah setempat dalam sepekan ke depan, atau medio dasarian kedua bulan Juni 2024.

Berdasarkan analisa BNPB bila lebih dari jangka waktu tersebut maka upaya pengendalian seperti modifikasi cuaca untuk menurunkan hujan akan semakin berat karena sudah masuk puncak musim kemarau dan minim awan penghujan yang bisa dimaksimalkan. Musim kemarau diprediksi berlangsung Juni - September 2024.

"Sebagian besar daerah di Pulau Jawa sudah mengalami kekeringan dan kepala daerah setempat sudah menetapkan status tersebut hal demikian juga harus jadi perhatian setiap kepala daerah di Pulau Kalimantan, Sulawesi, Sumatera dan lainnya," imbuhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.