Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayo Jadikan Pancasila sebagai Bagian Kehidupan Sehari-hari

📅 Sabtu, 08 Jun 2024, 22:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayo Jadikan Pancasila sebagai Bagian Kehidupan Sehari-hari Doc: ANTARA/Ni Luh Rhismawati
Ket. Ketua Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi I Dewa Gede Palguna (kiri) saat memberikan kuliah umum di Universitas Ngurah Rai, Denpasar, Sabtu (8/6/2024).

Denpasar - Ketua Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi I Dewa Gede Palguna mengajak masyarakat di Provinsi Bali untuk menjadikan Pancasila sebagai bagian dalam kehidupan sehari-hari, sebagai salah satu upaya untuk penguatan ideologi kebangsaan dan implementasi nilai Pancasila.

"Kalau boleh saya mengimbau, jadikan Pancasila sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, tidak mesti hanya melalui pendidikan formal, bisa dibicarakan di rumah sebagai persoalan isu keluarga," kata Palguna di Denpasar, Sabtu.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam Kuliah Umum bertajuk Refleksi Hari Lahir Pancasila: Penguatan Ideologi Kebangsaan dan Implementasi Pancasila sebagai Sumber dari Segala Sumber di Universitas Ngurah Rai, Denpasar.

Menurut dia, kehadiran Pancasila sebagai dasar negara merupakan penemuan besar dan sekaligus anugerah buat Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa tersebut.

Dengan Pancasila dijadikan sebagai bagian dalam kehidupan sehari-hari, itu juga bisa mencegah timbulnya radikalisme, baik yang lahir karena radikalisme agama maupun kesukuan, golongan dan sebagainya.

"Kalau Pancasila sudah menjadi bagian dalam pembicaraan sehari-hari, maka ketika ada perbedaan yang memang sudah biasa dibicarakan, pikiran akan menjadi terbuka. Selain itu wawasan anak akan luas tentang siapa dirinya, tentang keberadaannya, dan eksistensi sebagai bagian dari bangsa Indonesia," kata Palguna.

Palguna yang juga akademisi Universitas Udayana itu menambahkan, terkait pengenalan nilai-nilai Pancasila, khususnya prinsip-prinsip kebangsaan dan toleransi hendaknya sudah dikenalkan dari jenjang PAUD/TK.

Selain itu, prinsip-prinsip kebangsaan dan toleransi harus ditanamkan dengan cara yang mudah dipahami anak-anak. Kemudian berlanjut lewat kurikulum di SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.

"Pancasila itu mesti dikenali dulu, baru kemudian ada proses internalisasi atau pendarahdagingan, setelah itu baru menjadi sikap. Pengenalan itu masih berada di ranah kognitif. Sekarang ini, menurut saya untuk ranah kognitif saja belum seluruhnya," ucapnya.

Selain Pancasila dibicarakan dalam kehidupan sehari-hari, juga dapat menggunakan media sosial sebagai media pendidikan dan sosialisasi.

Misalnya, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan bisa membuat podcast sederhana dalam kehidupan sehari-hari yang berisikan materi mengapa bangsa Indonesia agamanya berbeda-beda, suku bangsanya banyak, namun bisa menjadi satu bangsa.

Sementara itu, Rektor Universitas Ngurah Rai Prof Dr Ni Putu Tirka Widanti mengatakan kegiatan yang digelar oleh Pusat Studi Pancasila dan Fakultas Hukum Universitas Ngurah Rai itu merupakan upaya untuk membumikan kembali nilai-nilai Pancasila.

"Kami sengaja menghadirkan Pak Dewa Palguna sebagai narasumber karena memang betul-betul ahli dalam bidangnya," ucapnya pada acara yang diikuti sekitar 700 mahasiswa secara hibrid (luring dan daring) itu.

Jajaran civitas akademika Universitas Ngurah Rai juga telah berusaha membumikan Pancasila melalui sikap sehari-hari.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Ngurah Rai Dr IWP Sucaya Aryana menambahkan, kuliah umum terkait penguatan Pancasila rutin digelar setiap semester.

"Tujuannya untuk penguatan nilai-nilai Pancasila dan implementasinya agar berjalan lebih baik lagi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.