Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UNICEF: 180 Juta Anak di Dunia Hadapi Kekurangan Pangan Parah

📅 Jumat, 07 Jun 2024, 00:03 WIB | Oleh:
UNICEF: 180 Juta Anak di Dunia Hadapi Kekurangan Pangan Parah Doc: Sumber: UNICEF - afp

NEW YORK - Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa- Bangsa atau United Nations Children's Fund (UNICEF) baru-baru ini memperingatkan, lebih dari satu anak dari empat anak di bawah usia lima tahun secara global hidup dalam kemiskinan pangan yang parah. Hal itu berarti lebih dari 180 juta anak berisiko mengalami dampak buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangan mereka.

"Kemiskinan pangan anak yang parah menggambarkan anak-anak yang bertahan hidup dengan pola makan yang sangat buruk sehingga mereka hanya mengonsumsi dua kelompok makanan atau kurang," kata penulis utama laporan UNICEF, Harriet Torlesse, yang diterbitkan Rabu (5/6) malam.

Ini mengejutkan di zaman sekarang ini ketika kita tahu apa yang perlu dilakukan. Dikutip dari France24, UNICEF merekomendasikan agar anak kecil mengonsumsi lima dari delapan kelompok makanan utama setiap hari yaitu Air Susu Ibu (ASI), biji-bijian, akar-akaran, umbi-umbian dan pisang raja, kacang-kacangan, dan biji-bijian, termasuk produk susu; daging, unggas dan ikan, telur; buah-buahan dan sayuran yang kaya vitamin A serta buah-buahan dan sayuran lainnya.

Dia juga menyebutkan kalau 440 juta anak di bawah usia lima tahun yang tinggal di sekitar 100 negara berpendapatan rendah dan menengah hidup dalam kemiskinan pangan, yang berarti mereka tidak memiliki akses terhadap lima kelompok pangan setiap hari.

Dari jumlah tersebut, 181 juta orang mengalami kemiskinan pangan yang parah, dengan mengonsumsi paling banyak dua kelompok makanan.

"Anak-anak yang hanya mengonsumsi dua kelompok makanan per hari, misalnya nasi dan susu, memiliki kemungkinan 50 persen lebih besar mengalami malnutrisi parah," kata Ketua UNICEF, Catherine Russell, dalam pernyataan yang menyertai laporan tersebut.

Malnutrisi tersebut dapat menyebabkan mereka kurus yang bisa berakibat fatal. Bahkan, jika anak-anak tersebut bertahan hidup dan bertumbuh, mereka tentu saja tidak berkembang. "Jadi, prestasi mereka di sekolah kurang baik. Saat mereka dewasa, mereka merasa lebih sulit mendapatkan penghasilan yang layak, dan hal ini mengubah siklus kemiskinan dari satu generasi ke generasi berikutnya," kata pakar nutrisi, Torlesse.

"Jika Anda memikirkan seperti apa otak, jantung, dan sistem kekebalan tubuh, semua sistem penting dalam tubuh yang sangat penting untuk perkembangan, untuk perlindungan terhadap penyakit, semuanya bergantung pada vitamin, mineral, dan protein," tambahnya.

Kesenjangan Gizi

Lebih lanjut disampaikan kalau kemiskinan pangan anak-anak yang parah terkonsentrasi di sekitar 20 negara, dengan situasi yang sangat buruk terjadi di Somalia dengan 63 persen anak-anak terkena dampaknya, Guinea 54 persen, Guinea-Bissau 53 persen dan Afghanistan 49 persen.

Meskipun data untuk negara-negara kaya tidak tersedia, anak-anak dari rumah tangga berpendapatan rendah di negara tersebut juga mengalami kesenjangan gizi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.