Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Diskusi Panel Lintas Iman di GKJ Gondokusuman Penyelenggaraan Visi Gereja Terbuka, Kapolda DIY Jadi Keynote Speaker

📅 Kamis, 06 Jun 2024, 17:15 WIB | Oleh:
Diskusi Panel Lintas Iman di GKJ Gondokusuman Penyelenggaraan Visi Gereja Terbuka, Kapolda DIY Jadi Keynote Speaker Doc: Istimewa

YOGYAKARTA - Diskusi panel bertema 'Peran Pemuka Agama dalam Mendorong Rekonsiliasi Pasca Pilpres 2024' yang digelar di Gedung Gereja Kristen Jawa (GKJ) Gondokusuman Yogyakarta pada Rabu (5/6) menjadi wujud nyata dari visi gereja terbuka.

Demikian diungkapkan oleh Ketua Panitia, Joko Pamungkas, saat mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam acara tersebut.

"Undangan 400 yang mewakili lintas iman, lintas ormas, dan lintas partai politik, tapi yang datang lebih dari itu. Terima kasih tak terhingga untuk para wartawan, Bapak Kapolda, semua tamu undangan, donator, dan seluruh panitia," ujar Joko kepada wartawan usai acara.

Joko menekankan bahwa diskusi ini merupakan bagian dari visi GKJ Gondokusuman untuk menjadi gereja yang bermakna bagi kehidupan sesama dan semesta.

"Merawat persatuan pasca Pilpres 2024 dan menyongsong Pilkada serentak November 2024 nanti dengan suasana adem ayem sehingga dapat menurunkan suhu politik di DIY," jelas Joko.

Joko mengakhiri dengan pantun yang menyemangati hadirin untuk menjaga persatuan: "Mlaku-mlaku golek jodoh ing Brebah. Dilalah nemu jodohe ing pasar buah. Ayo poro dulur ojo sampek terpecah belah. Mbangun Indonesia sing gagah."

Dalam acara tersebut, Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan turut hadir sebagai keynote speaker.

Suwondo menegaskan pentingnya keamanan sebagai modal utama Yogyakarta dalam pembangunan ekonomi dan sosial.

"Jogja itu kekuatan utamanya pada manusianya. Isu keamanan jadi hal utama," ujar Suwondo.

Kapolda menjelaskan bahwa Jogja berbeda dengan daerah lain seperti Sulawesi dan Sumatera, terutama dalam hal respons terhadap konflik dan kerusuhan. "Kalau ada kerusuhan tambang tetap jalan. Di Jogja? Gak bisa," tegasnya.

Suwondo juga membahas masalah kenakalan remaja (klitih) yang sering kali berakar dari kegagalan rumah dan kurangnya perhatian terhadap kebutuhan aktualisasi diri anak.

"Mereka ini direkrut karena kegagalan rumah. Ketika orang tua dan guru melihat anak hanya dari kemampuan akademis, mereka lupa anak ini tidak hanya perlu kemampuan akademis," jelasnya.

Kapolda Suwondo Nainggolan juga mengungkapkan bahwa masalah knalpot blombongan dan keributan antar laskar sudah nol di tahun 2024 ini. "Satu hal yang menjadi ciri dari Yogyakarta, yakni knalpot blombongan dan juga keributan antar laskar, sudah nol di tahun 2024 ini," tambahnya.

Selain itu, Suwondo mengungkapkan bahwa Polda Jogja saat ini menduduki peringkat kedua terbaik di seluruh Indonesia dalam hal keamanan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.