Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Nyatakan Guncangan Gempa Nias Selatan Tidak Berpotensi Tsunami

📅 Kamis, 06 Jun 2024, 06:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Nyatakan Guncangan Gempa Nias Selatan Tidak Berpotensi Tsunami Doc: ANTARA/HO-Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKB
Ket. Peta pusat gempa bumi yang terletak di laut dengan koordinat 0.42 LU dan 98.50 BT berjarak 84 kilometer arah Tenggara Nias Selatan, Sumatera Utara dengan ke dalaman 47 kilometer, Rabu (5/6/2024).

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan guncangan gempa yang sudah dua kali terjadi Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara pada Rabu (5/6) - Kamis dini hari tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

"Gempa tektonik ini gempa bumi dangkal atauintraplate eq.Tidak berpotensi tsunami," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Daryono menjelaskan bahwa rangkaian gempa bumi itu terjadi akibat adanya deformasi batuan dalam lempeng Eurasia dan menunjukkan gerakanoblique-normal faultatau mendatar turun.

Berdasarkan laporan sistem peringatan dini BMKG diinformasikan telah terjadi dua kali guncangan gempa di Nias Selatan. ???Gempa pertama berkekuatan 5,7 magnitudo yang sumber di laut kedalaman 47 kilometer dengan jarak 84 kilometer arah tenggara Nias Selatan, Rabu (5/6) pukul 18.16 WIB.

Gempa kedua atau gempa susulan yang terdeteksi pada kedalaman 19 kilometer dan berjarak 195 kilometer arah barat daya Nias Selatan dengan berkekuatan 4,5 magnitudo, Kamis dini hari pukul 01.01 WIB.

Getaran gempa tersebut dirasakan di Kota Gunung Sitoli dan Kabupaten Tapanuli Utara yang berskala intensitas II (getaran dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang di gantung bergoyang).

Bahkan BMKG mendeteksi getaran gempa juga dirasakan hingga Provinsi Sumatera Barat; Kabupaten Pasaman Barat, Padang Pariaman, Agam, Padang Sidempuan dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah dan seakan-akan truk berlalu) dan Padang Panjang yang berskala intensitas II (getaran dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang di gantung bergoyang).

Meski tidak berpotensi menimbulkan tsunami dan belum menerima laporan dampak kerusakan namun, BMKG mengimbau masyarakat di sekitar pusat getaran gempa bumi tetap tenang seraya meningkatkan kewaspadaan.

BMKG merekomendasikan sebelum kembali ke dalam rumah pastikan terlebih dulu konstruksi bangunan aman dari kerusakan setelah dilanda gempa, sehingga terhindar dari ancaman bangunan runtuh yang membahayakan .

Secara khusus juga mengharapkan masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, sampai hasil analisa peristiwa menyeluruh dilaporkan oleh BMKG.

Hasil analisa tersebut bisa didapatkan masyarakat dengan cara mengakses aplikasi daring InfoBMKG, media sosial infoBMKG, atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.