Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN Jajaki Kerja Sama Antariksa dengan Uni Emirat Arab

📅 Selasa, 04 Jun 2024, 17:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
BRIN Jajaki Kerja Sama Antariksa dengan Uni Emirat Arab Doc: ANTARA/BRIN
Ket. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Laksana Tri Handoko (kanan) mengadakan pertemuan dengan Wakil Direktur Jenderal Badan Antariksa Uni Emirat Arab Ibrahim Al Qasem (kiri) membahas kerja sama antariksa di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Senin (3/6).

JAKARTA - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, pada Senin (3/6) melakukan pertemuan dengan delegasi Badan Antariksa Uni Emirat Arab (UAESA) di Gedung B.J. Habibie, Jakarta.

"Pertemuan ini untuk menggali potensi kerja sama keantariksaan kedua pihak," ujar dia dalam keterangan di Jakarta.

Handoko mengatakan BRIN saat ini sedang fokus dalam membangun bandar antariksa di Biak, Papua. Fasilitas itu terbuka untuk pengguna global terutama Asia Pasifik.

Menurut dia, bandar antariksa di wilayah ekuator sangat bermanfaat karena lebih sedikit energi yang dibutuhkan untuk satelit di lintasan ekuator.

Strategi pengembang bandar antariksa tersebut menggunakan pendekatan bisnis ke bisnis atau B2B.

"Saat ini kami sedang berdiskusi dengan beberapa investor potensial, termasuk jika Uni Emirat Arab tertarik dalam joint initiative tersebut," kata Handoko.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa BRIN juga terbuka melibatkan sektor swasta dalam pengoperasian stasiun bumi dan bandar antariksa.

BRIN memiliki lima stasiun bumi dan sedang dalam tahap pengalihan ke sektor swasta dalam pengoperasian dan pemeliharaan.

"Kami juga mengizinkan sektor swasta untuk menyediakan layanan berbasis stasiun bumi," papar dia.

Wakil Direktur Jenderal UAESA, Ibrahim Al Qasem, menjelaskan berbagai program keantariksaan di negaranya mulai dari peningkatan kapasitas institusi, pembentukan pusat keantariksaan, dan penguatan kapasitas penelitian serta sumber daya manusia di universitas.

Uni Emirat Arab melibatkan sektor swasta dalam menguatkan program keantariksaan, antara lain pengembangan satelit dan pusat data keantariksaan. Negara ini fokus dalam misi eksplorasi Mars dan sabuk asteroid.

"Ilmu keantariksaan dan eksplorasi antariksa sangat penting bagi kami untuk melibatkan generasi muda. Kami juga menawarkan keterlibatan ini untuk peneliti dan generasi muda di universitas Indonesia," kata Ibrahim. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.