Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gaya Hidup Tak Sehat Tingkatkan Risiko Demensia

📅 Rabu, 29 Mei 2024, 17:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gaya Hidup Tak Sehat Tingkatkan Risiko Demensia Doc: ANTARA/WHO.org
Ket. Informasi mengenai status penyakit demensia yang dipublikasikan oleh WHO

JAKARTA - Dokter Spesialis Neurologi RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono, Ratih Puspa, menjelaskan bahwa sejumlah gaya hidup yang tidak sehat, seperti konsumsi rokok dan vape, serta begadang, dapat meningkatkan risiko demensia.

Dalam siaran Cegah Demensia Pada Lansia! oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta, Selasa (28/5), Ratih mengatakan demensia adalah sebuah keadaan dimana kemampuan kognitif seseorang terganggu yaitu kemampuan berpikir secara baik.

Selain kemampuan kognitif, kata dia, terdapat gangguan pada neuropsikiatri penderitanya, dimana penderitanya menjadi sering marah-marah, berhalusinasi, atau berjalan-jalan di tengah malam untuk berkegiatan. Dia menjelaskan umumnya hal itu ditemukan pada penderita demensia berat.

Ratih menuturkan demensia banyak ditemui pada orang lanjut usia, karena pada masa itu terjadi proses degeneratif dimana fungsi tubuh menurun. Namun, lanjutnya, terdapat faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko demensia, contohnya stroke berulang.

Dia menjelaskan di Indonesia jenis demensia yang banyak ditemui adalah demensia vaskular, yang disebabkan oleh stroke. Hal tersebut, menurutnya, karena gaya hidup yang tidak sehat.

Adapun gaya hidup tidak sehat yang dimaksud adalah konsumsi rokok serta vape, dan terlalu sering begadang.

Ia mengatakan saat begadang, proses alami dalam tubuh berubah, seperti metabolisme, zat-zat yang mengatur keseimbangan dalam tubuh, sehingga risiko terjadinya demensia meningkat.

Dia menilai apabila dilakukan sesekali untuk bekerja tidak apa-apa, namun jika terlalu sering maka berbahaya.

Oleh karena itu, kata dia, sebaiknya mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat, seperti makan sayur-sayuran, buah-buahan, serta sering melakukan aktivitas fisik, contohnya senam lansia.

Ratih mengatakan senam lansia bukan hanya untuk lansia saja, namun bisa dilakukan oleh semua golongan usia, bahkan yang jarang berolahraga sekalipun, karena gerakannya yang mudah. Hal itu, katanya, dapat menjadi awal untuk berolahraga yang lebih intens atau untuk mencoba jenis olahraga lain seperti aerobik.

Adapun faktor-faktor lain yang menyebabkan demensia, menurut dia, seperti trauma akibat kecelakaan dan terbentur hingga harus operasi, sehingga terdapat penurunan fungsi-fungsi otak.

Selain itu, lanjutnya, masalah autoimun juga dapat menyebabkan demensia.

Dia menyebut penting untuk memeriksakan diri guna mengetahui risiko terkena demensia, terutama apabila memiliki faktor risiko penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah semisal penyakit jantung, hipertensi, yang diturunkan keluarga. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.