Peternak Diimbau Tetap Waspadai Potensi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku

Selasa, 28 Mei 2024, 00:39 WIB

Trenggalek - Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mengimbau para peternak di daerah itu untuk tetap mewaspadai potensi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) mengingat kasus tersebut hingga saat ini belum sepenuhnya hilang.

"Pasalnya kasus ini (PMK) sampai sekarang belum sepenuhnya putus (hilang)," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Kabupaten TrenggalekRirin Hari Setiani di Trenggalek, Senin (27/5).

Imbauan itu dilandasi fakta bahwa kasus PMK hingga saat ini masih ada di Trenggalek.

Disnak mencatat setidaknya ada 16 ternak sapi maupun kambing yang belum sembuh dari PMK.

Sebanyak 16 hewan ternak yang masih terpapar PMK. Belasan hewan ternak itu bukan konfirmasi baru, melainkan rekapitulasi kasus konfirmasi PMK pada 2024 rentang waktu pertengahan Mei.

"Tahun ini, sampai dengan Mei ada 16 hewan ternak," kata dia,

Meskipun masih ada temuan PMK, ia menyebut kasus itu menurun drastis.

Pada kurun 2022, PMK menjangkiti 2.172 hewan ternak tersebar di 14 kecamatan di Trenggalek.

Jumlah itu menyusut drastis pada 2023 hingga menyisakan 147 konfirmasi.

"Alhamdulillah, kemudian turun lagi. Tahun ini ada 16 (konfirmasi) itu," katanya.

Turunnya kasus itu tak lepas dari penggelontoran vaksin yang terus dilakukan.

Tahun 2022, pada tahap satu 54.261 vaksin disuntikkan, sedangkan tahap dua 33.282 dosis.

Vaksin pada 2023 ditingkatkan untuk upaya pencegahan, untuk mencegah mewabahkasus PMK seperti tahun sebelumnya.

"Tahun 2023 ada 82.352 vaksin. Karena itu virus sehingga harus di vaksin," ujarnya.

Merujuk jumlah itu, Trenggalek sudah menggelontorkan 169.895 vaksin.

Ratusan ribu vaksin yang disuntikkan itu menuai hasil positif, hingga tinggal menyisakan belasan kasus PMK pada 2024.

Meskipun begitu, masyarakat diminta untuk waspada mengingat kasus itu masih mengintai sehingga jadi ancaman.

Terlebih saat ini terjadi peningkatan lalu lintas ternak menjelang pelaksanaan kurban. Untuk itu peternak diminta untuk waspada.

"Kalau untuk LSD (Lumpy Skin Disease) sudah tidak ada kasus. Ada kasus 2023 sebanyak 102 hewan ternak. Tahun 2023 kita gelontorkan vaksin LSD 4.995 dosis, alhamdulillah saat ini tidak ada laporan lagi," katanya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Raja Norwegia, Harald V, Wafat pada Usia 89 Tahun

Telin Buka Empat Kerja Sama Strategis di BATIC 2026, Perkuat Konektivitas Digital Global

Pelaku Pembuang Air Aki ke Sungai Diidentifikasi dan Akan Ditindak Tegas DLHK Depok

Pemkot Tangsel Perketat Pengawasan Pergudangan Taman Tekno Menyusul Digulungnya Sindikat Uang Palsu

Gubernur Pramono Kukuhkan Fauzi Bowo Sebagai Ketua Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi

Soal Pejabat BI Baru, OJK: Makin Banyak Perempuan di Posisi sStrategis

Polres Lumajang Bantu Padamkan Karhutla di Gunung Semeru dengan Kayu dan Ranting Pohon

Atasi Kekeringan dan Polusi Udara, Pemprov DKI dan BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Belitung Diprakirakan BMKG Berpotensi Alami Musim Kemarau hingga November 2026

Kemenag Sulut Tingkatkan Kompetensi Guru PAI Baca Al-Qur'an

Pemkot Tangerang Perkuat Akses Pendidikan hingga Program Kesetaraan Guna Cegah Anak Putus Sekolah

Viral di Depok, Mobil Pick up Buang Muatan Air Aki ke Sungai

OutSystems Perluas Solusi AI untuk Percepat Proses Kredit Perbankan

Kredit Fiktif Bank BUMN Rugikan Negara Rp4,9 Miliar, Dua Tersangka Ditahan Kejati Jateng

Mau Piknik? Inilah Lima Lokasi Favorit Pilihan Keluarga di Kota Tangerang

Bukan karena Demonstrasi, Ini Rekayasa Lalu Lintas Saat Merdeka Run 2026 Sabtu Besok

Animo Tinggi! 10.000 Pelari Bakal 'War' Jalur 8K di Ajang Merdeka Run 2026

Tepung Singkong jadi Pemadam Kebakaran, Ini Risetnya

KKP Dorong 65 Kampung Nelayan Merah Putih Kembangkan Unit Usaha

Pertamina Kirim 2 Kapal Tanker ke Bali Angkut 24,2 Juta Liter Pertalite Perkuat Stok Pulau Dewata

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.