Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Telah Kumpulkan Data Pemanfaatan 'AI' Nasional

📅 Selasa, 28 Mei 2024, 21:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Telah Kumpulkan Data Pemanfaatan 'AI' Nasional Doc: ANTARA/Flickr/Mike MacKenzie

JAKARTA - Indonesia resmi mengumpulkan data pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan nasional dengan metodologi asesmen kesiapan (Readiness Assessment Methodology/RAM)????? artificial intelligence (AI) yang direkomendasikan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), Senin (27/5).

Setelah ini, menurut Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria, kuesioner terkait pemanfaatan AI akan dikumpulkan di Indonesia dengan berbagai pendekatan, seperti wawancara pemangku kepentingan dan ekosistem AI.

"Readiness Assessment Methodology ini dibuat oleh UNESCO untuk negara-negara dalam melihat kesiapan mereka mengadopsi standar etik yang sudah ditetapkan secara global," ujar Nezar usai menghadiri Peluncuran Indonesia's RAM AI di Jakarta Pusat, Senin.

Wamenkominfo mengatakan dari kegiatan tersebut pemanfaatan AI akan dilihat aspek sosial, ekonomi, teknologi, dan juga aspek regulasi yang sudah ada dan kesiapan masyarakat.

Menurut dia, RAM AI di Indonesia awalnya akan diresmikan bulan Juni, namun dipercepat menjadi Senin, 27 Mei 2024 agar pemerintah dapat melakukan tahap finalisasi pada September.

"Kami umumkan hari ini dan kami harapkan bisa selesai September nanti, ini termasuk fast track. Biasanya RAM berlangsung selama enam bulan. Kami dan UNESCO punya komitmen untuk menyelesaikan September," kata Nezar.

Nezar optimistis melihat implementasi AI yang berlangsung selama lima tahun terakhir di Indonesia pada berbagai sektor industri.

"Seperti media penyiaran, yang kita tahu ada stasiun televisi berita yang memakai AI generatif untuk membacakan berita," kata Nezar.

Menurut dia, pemerintah terus memberikan perhatian penuh terhadap adopsi teknologi terbaru itu dengan melakukan kajian lebih lanjut.

"Saya kira diskusinya masih terus berlanjut. Satu model bisnis sedang dicari bagaimana mengadopsi AI dan bisa mengoptimalkan pekerjaan jurnalistik tanpa menghasilkan misinformasi dan disinformasi," kata Nezar.

Selain Indonesia, sebanyak 139 negara anggota UNESCO telah mengadopsi dan berkomitmen mengimplementasikan RAM AI UNESCO.

Inisiatif itu memberikan dukungan bagi negara anggota UNESCO mengukur kesiapan penerapan AI secara etis dan bertanggung jawab untuk kepentingan seluruh warga negara. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.