Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pencapaian Antiklimaks Bayer Leverkusen

📅 Jumat, 24 Mei 2024, 07:17 WIB | Oleh:
Pencapaian Antiklimaks Bayer Leverkusen Doc: Ben Stansall / AFP
Ket. Atalanta memenangkan final Liga Eropa I Striker Atalanta, Ademola Lookman mengangkat trofi setelah menang dalam pertandingan final Liga Eropa UEFA antara Atalanta melawan Bayer Leverkusen di stadion Dublin Arena, Dublin, Kamis (23/5) dini hari WIB. Atalanta meng­akhiri 51 pertandingan tak terkalahkan Leverkusen untuk memenangkan final Liga Eropa dengan skor 3-0.

DUBLIN - Ademola Lookman mencetak hattrick menakjubkan saat Atalanta mengakhiri 51 pertandingan tak terkalahkan Bayer Leverkusen untuk memenangkan final Liga Eropa 3-0. Hasil pertandingan yang berlangsung Kamis (23/5) dini hari WIB itu memastikan Atalanta merebut trofi pertama mereka dalam 61 tahun terakhir.

Hasil ini adalah antiklimaks pencapaian Leverkusen. Sebanyak 51 laga tak terkalahkan, justru tumbang di saat menentukan, pun dengan 0-3.

Lookman menjadi pemain pertama yang mencetak hattrick di final Eropa sejak 1975 untuk mengamankan trofi Eropa pertama bagi Atalanta. Tim asal Bergamo itu telah lama hidup di bawah bayang-bayang klub raksasa terdekat AC dan Inter Milan. Namun, dia telah menikmati era keemasan di bawah asuhan Gian Piero Gasperini. Atalanta mencapai Liga Champions sebanyak empat kali. Kini memiliki trofi untuk dibanggakan.

"Memenangkannya bersama Atalanta mungkin merupakan salah satu kisah di sepak bola yang jarang memberikan ruang bagi para pengggemar," ujar Gasperini. Ini tidak selalu berarti angka-angka yang sulit atau liga super, tetapi menunjukkan tim tanpa anggaran besar dapat mencapai buah besar.

Leverkusen mempunyai kebiasaan bangkit di akhir perjalanan luar biasanya seperti saat memenangkan gelar Bundesliga pertama, tanpa merasakan kekalahan. Namun kali ini dia gagal keluar dari lubang yang diciptakan oleh awal yang lambat.

"Sangat disayangkan kami tidak berhasil saat berada di final," ujar gelandang Leverkusen, Granit Xhaka. Ini memang pahit, kalah di final. Tapi tim harus terus maju. Dia akan menebusnya hari Sabtu dalam di final Piala Jerman.

Permainan Atalanta yang lebih terarah di tahap pembukaan membuahkan hasil, hanya dalam 12 menit. Davide Zappacosta membawa mencapai kotak penalti dan Lookman memperdaya Exequiel Palacios untuk melepaskan tembakan ke sudut atas.

Pemain asal Nigeria ini kadang-kadang menjalani karir berpindah-pindah di tim papan bawah Liga Inggris. Dia dalam masa pinjaman di Fulham dan Leicester setelah dibuang oleh RB Leipzig. Tapi Lookman telah menemukan rumahnya di Bergamo.

Dia akan selamanya menjadi pahlawan Atalanta. "Dalam beberapa tahun terakhir saya mampu membawa permainan ke level baru dan menunjukkannya secara lebih konsisten," ujar Lookman. Dia senang dengan kemajuan yang telah dicapai. Namun, ini hanyalah permulaan. Dia berharap akan ada lebih banyak.

Gol kedua pemain berusia 26 tahun itu tercipta saat mengecoh Xhaka, lalu melepaskan tembakan kuat ke sudut jauh. Untuk keempat kalinya dalam tujuh pertandingan fase gugur Liga Eropa, tim asuhan Xabi Alonso tertinggal 2-0.

Dibayar Mahal

Alonso telah menikmati peningkatan pesat menjadi salah pelarih paling diincar di Eropa. Pelatih asal Spanyol itu menolak tawaran mantan klubnya Liverpool dan Bayern Munich untuk tetap di BayArena musim depan.

Namun, keputusan Alonso untuk memulai laga tanpa striker harus dibayar mahal. Dia memasukkan Victor Boniface di babak kedua untuk memberikan tim asuhannya titik fokus di lini depan. Namun, kerusakan sudah terjadi karena juara Jerman itu tampak terkuras habis oleh partisipasi di tiga kompetisi.

Biasanya itu terjadi lebih awal. Tapi kekalahan ini pertama di pertandingan besar, jelas menyakitkan. Tim harus menghadapi rasa sakit ini dengan cara yang positif. Laga berjalan tidak sesuai dengan rencana. Leverkusen tidak berada dalam level terbai. Ini menjadi pembelajaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

55 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

58 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.