Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dua Solusi PBB untuk Cegah Kelangkaan Air Menjadi Krisis

📅 Rabu, 22 Mei 2024, 01:11 WIB | Oleh:
Dua Solusi PBB untuk Cegah Kelangkaan Air Menjadi Krisis Doc: ANTARA/MEDIA CENTER WORLD WATER FORUM 2024/FIKRI Y
Ket. Wakil Sekretaris Jenderal ESCAP, Armida Alisjahbana

BADUNG - Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik atau United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (ESCAP) memperkenalkan dua cara untuk membantu memastikan bahwa kelangkaan air musiman, kekeringan, dan bencana terkait air tidak menjadi krisis air yang bergulir.

Wakil Sekretaris Jenderal ESCAP, Armida Alisjahbana, pada Selasa (21/5), mengatakan cara pertama adalah kerja sama untuk sumber air bersama dengan meningkatkan upaya kolaboratif antara negara, wilayah, sektor, dan para pemangku kepentingan.

"Selain memobilisasi sumber daya baru dan mempromosikan inovasi, kolaborasi dapat membantu menutup kesenjangan pembiayaan. Kemitraan publik-swasta untuk efisiensi air dapat membantu," kata Armida.

Seperti dikutip dari Antara, Armida berbicara saat konferensi pers di sela-sela World Water Forum ke-10 yang digelar di Nusa Dua, Badung, Bali.

Armida menjelaskan tindakan kolaboratif yang mengedepankan mitigasi, adaptasi, dan agenda pengurangan risiko bencana, juga dapat membantu mempersempit kesenjangan pembiayaan.

"Kebutuhan pembiayaan adaptasi yang belum terpenuhi yang diperkirakan oleh ESCAP mencapai rata-rata 144,74 miliar dollar AS per tahun untuk kawasan Asia dan Pasifik saja," ujarnya.

Peringatan Dini

Cara kedua untuk mencegah krisis air, menurut Wakil Sekjen ESCAP itu, adalah investasi dalam sistem data untuk peringatan dini bencana. "Data yang lebih baik untuk sistem peringatan dini yang efektif dapat mengurangi kerugian bencana hingga 60 persen," tuturnya.

Dengan mengikuti arahan dari para pemerintah negara-negara di kawasan Asia-Pasifik, organisasi-organisasi PBB bersatu untuk memberikan sistem peringatan dini multi-bahaya.

ESCAP, Kantor PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana (UNDRR), Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), Persatuan Telekomunikasi Internasional (ITU) dan Federasi Palang Merah Internasional dan Masyarakat Bulan Sabit Merah (IFRC) semuanya bekerja bersama.

Sementara itu, UNICEF memetakan cadangan air tanah sebagai input untuk perencanaan kesiapsiagaan dan adaptasi.

Laporan Air Dunia Terbaru dengan tema "Air untuk Perdamaian dan Kemakmuran" menunjukkan karena perubahan iklim, kelangkaan air musiman diproyeksikan akan meningkat bahkan di tempat-tempat di mana air sedang berlimpah.

Tempat-tempat seperti itu termasuk di Afrika Tengah, Asia Timur, dan beberapa wilayah di Amerika Selatan. Selain itu, air akan menjadi lebih langka di tempat-tempat yang persediaan airnya sudah sedikit.

Menurut data UNICEF, sekitar 2,2 miliar orang tidak memiliki akses ke air minum yang aman, dan setengah dari populasi global tidak memiliki akses ke sanitasi air yang bersih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.