Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Berhasil Kendalikan Polutan Organik Persisten

📅 Senin, 20 Mei 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Tiongkok Berhasil Kendalikan Polutan Organik Persisten Doc: ANTARA/XINHUA
Ket. Tiongkok membuat kemajuan dalam mengendalikan polutan organik persisten, dengan berhasil mengeliminasi 29 jenis zat berbahaya.

BEIJING - Tiongkok telah membuat kemajuan luar biasa dalam mengendalikan polutan organik persisten atau persistent organic pollutant (POP), dengan berhasil mengeliminasi 29 jenis zat berbahaya itu, menurut Menteri Ekologi dan Lingkungan Hidup Tiongkok, Huang Runqiu.

POP, yang dicirikan oleh persistensinya di lingkungan, potensi bioakumulasi, dan kemampuannya untuk melakukan perjalanan jarak jauh, memiliki dampak yang merugikan bagi kesehatan manusia dan lingkungan ekologis.

Seperti dikutip dari Antara, guna mencegah polusi dari POP, komunitas internasional menyepakati Konvensi Stockholm tentang Polutan Organik Persisten, yang mulai berlaku pada 17 Mei 2004, dan mulai berlaku di Tiongkok pada 11 November di tahun yang sama.

Dengan mengeliminasi 29 jenis POP, kata Huang, Tiongkok telah secara efektif menghentikan produksi dan penggunaan semua polutan yang diuraikan dalam konvensi yang berlaku di negara itu, sehingga mencegah produksi tahunan dan pelepasan ratusan ribu ton POP ke lingkungan.

Intensitas emisi dioksin dari industri-industri utama di Tiongkok disebutkan telah menurun secara signifikan. Sejak mencapai puncaknya pada 2012, total emisi dioksin di atmosfer secara bertahap berkurang, yang menghasilkan penurunan konsentrasi dioksin di lingkungan atmosfer.

Terus Menurun

Saat ini, rata-rata asupan dioksin dalam makanan di kalangan penduduk Tiongkok berada di bawah standar panduan kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) dan terus menurun. Huang menyatakan Tiongkok telah berkontribusi secara signifikan terhadap pembangunan berkelanjutan dan tata kelola lingkungan global.

Ke depannya, kata Huang, Tiongkok akan terus memprioritaskan perlindungan kesehatan masyarakat, mematuhi komitmen internasional dalam pengendalian POP dan mengelola secara efektif risiko lingkungan yang terkait dengan POP dan polutan baru lainnya.

"Tiongkok akan bekerja sama dengan komunitas internasional untuk menciptakan masa depan yang bebas dari POP," tuturnya.

Sebelumnya, Kementerian Ekologi dan Lingkungan Hidup Tiongkok mengatakan densitas polutan udara utama di kota-kota Tiongkok mengalami penurunan pada Februari 2024. Dari 339 kota yang dipantau oleh kementerian tersebut, densitas rata-rata PM2,5, indikator utama polusi udara, turun sebesar 2,2 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 45 mikrogram per meter kubik, ungkap kementerian itu.

Densitas rata-rata PM10 turun 8,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 64 mikrogram per meter kubik, dan angka sulfur dioksida turun 10 persen menjadi 9 mikrogram per meter kubik.

Di antara 168 kota utama yang dipantau oleh kementerian tersebut, Lhasa, Ibu Kota Daerah Otonom Xizang, di Tiongkok barat daya, menempati peringkat teratas dalam hal kualitas udara yang baik pada bulan lalu. Setelah Lhasa, kemudian menyusul Haikou di Provinsi Hainan dan Huizhou di Provinsi Guangdong, Tiongkok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...

El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
El Clasico Jadi Laga Superm...

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.