Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tanpa Gelar di Thailand Open

📅 Senin, 20 Mei 2024, 07:13 WIB | Oleh:
Tanpa Gelar di Thailand Open Doc: Lillian SUWANRUMPHA / AFP
Ket. mengembalikan “shuttlecock” I Amallia Cahaya Pratiwi (kanan) dari Indonesia mengembalikan shuttlecock disebelah Febriana Dwipuji Kusuma pada pertandingan final ganda putri melawan pemain Thailand Jongkolphan Kititharakul dan Rawinda Prajongjai di turnamen bulu tangkis Thailand Open 2024 di Bangkok, Minggu (19/5).

JAKARTA - Indonesia tanpa gelar di Thailand Open 2024 setelah pasangan ganda putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi kalah dalam laga final yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Minggu (19/5). Ana/Tiwi yang menjadi satu-satunya wakil Indonesia di partai puncak turnamen Super 500 itu, kalah dari wakil tuan rumah. Mereka kalah dari Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai dua gim langsung 14-21, 14-21.

Menurut Ana/Tiwi yang berstatus unggulan ketiga, mereka kesulitan untuk keluar dari tekanan lawan. Hal itu pun mereka sayangkan. Sebab penampilan mereka sepanjang turnamen terbilang sudah cukup baik.

"Dari awal kami sebenarnya sudah mempersiapkan untuk menghadapi pertandingan ini. Cuma lawan terus menekan. Kami tidak bisa keluar dari tekanan dan tidak mampu bermain maksimal," ujar Ana.

Hasil ini juga menjadikan Ana/Tiwi masih tertinggal 0-3 dari pasangan Kititharakul/Prajongjai dalam tiga pertemuan. Sebelumnya, Ana/Tiwi pernah berjumpa dengan wakil Thailand dan kalah dari laga rubber game di perempat final Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (BAC) 2023 dan babak 16 besar Kejuaraan Bulu Tangkis Dunia 2023.

Pasangan peraih medali emas SEA Games 2023 Kamboja itu pun mengaku tidak puas dengan penampilan mereka di babak final. "Meskipun begitu, saya tetap bersyukur bisa sampai di titik ini. Hanya, kami tetap merasa tidak puas. Kami harus terus belajar lebih keras lagi," ujar Ana.

Usai Thailand Open, Ana/Tiwi akan melanjutkan perjalanan mereka di rangkaian tur BWF di Asia Tenggara, yakni Malaysia Masters 2024 yang juga merupakan turnamen level Super 500. "Setelah ini kami akan melanjutkan pertandingan ke Malaysia Masters. Dengan waktu yang demikian pendek akan kami manfaatkan untuk mengembalikan kondisi. Semoga hasilnya nanti bisa lebih baik lagi," ujar Tiwi.

Dengan kekalahan Ana/Tiwi di final, dalam empat gelaran terakhir, Indonesia tanpa gelar di Thailand Open. Wakil Indonesia terakhir yang jadi juara adalah Greysia Polii/Apriyani Rahayu tahun 2021.

Meski demikian kali ini Indonesia tidak menurunkan skuad terbaik. Beberapa wakil andalan seperti Fajar Alfian/Rian Ardianto, Apriyani Rahayu/Siti Fadia, hingga Jonatan Christie dan Anthony Ginting tidak ikut serta demi tampil maksimal di Indonesia Open. ben/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.