Romo Benny: Guru Diharapkan dapat Menyemai Nilai-nilai Pancasila secara Menyenangkan

Senin, 20 Mei 2024, 16:41 WIB

MEDAN - Staff Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Ausetyo, baru-baru ini mengatakan bahwa para guru harus mampu menggunakan Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila untuk mengajarkan Pancasila secara menyenangkan dan reflektif, bukan sebagai doktrin semata.

Menurut pria yang sering disebut sebagai Romo Benny itu, Buku teks utama Pendidikan Pancasila tidak hanya berisi materi hapalan tetapi juga praktik nyata yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Tuhan, sesama manusia, dan tanah air.

Ket. Foto: Romo Benny Susetyo mengatakan, para guru harus mampu menggunakan Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila untuk mengajarkan Pancasila secara menyenangkan dan reflektif. — Sumber: Istimewa

"Tujuan dari buku ini adalah untuk memuat ilmu dan memperkuat pemahaman mengenai Pancasila. Buku ini telah ditulis secara cermat oleh penulis dari tiap tingkat pendidikan. Di dalamnya juga lebih berisi praktik, bukan hanya hapalan," kata Benny, dalam kegiatan pengkajian strategi implementasi Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila pada satuan pendidikan di bawah koordinasi Kementerian Agama Sumatera Utara, di Medan, Sabtu (18/5).

"Buku Teks untuk Guru juga disediakan sebagai panduan kepada Guru sebagai tujuan pembelajaran untuk mempraktekkan Pancasila kepada anak-anak dengan menyenangkan, bukan doktrin seperti dulu," ujar Benny.

Doktor Ilmu Komunikasi Politik tersebut mengakui tantangan dalam menerapkan Pancasila di masa kini, terutama dengan adanya ideologi asing yang masuk. BPIP telah berupaya membangun sinergi dengan konten kreator muda untuk merebut ruang publik dan mengaktualisasikan Pancasila dalam kehidupan modern, terkait Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila.

Benny menjelaskan sudah ada upaya pen-digitalisasi-an, meski sosialisasinya masih kurang masif.

"Seperti kita melihat, BPIP membangun sinergi dengan anak-anak muda konten creator supaya bersama-sama merebut ruang publik,seperti ini juga Buku teks utama harus disosialisasikan agar pembumian pancasila benar benar terlaksana di ruang publik" tutup Benny.

Sementara Itu Direktur Politik dan Pertahanan Keamanan Badan Riset Nasional Moch. Nurhasim sebagai pembicara menyatakan bahwa ketika ada upaya untuk mendorong Pancasila untuk masuk kurikulum, harus lebih giat karena perkembangan teknologi zaman sekarang juga menuntut orangt ua dan guru untuk membuat inovasi pembelajaran.

"Walaupun harus diingat tidak boleh keluar dari kaidah-kaidah pembelajaran."

Kegiatan yang dihadiri oleh 50 orang dari Berbagai Pemangku kepentingan yang terkait dengan Buku Teks Utama Pancasila ini ditutup dengan kesimpulan bahwa implementasi BTU Pendidikan Pancasila memerlukan sinergi dan kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk BPIP, Kemenag, Kemendikbud, dan Pemda.

Diperlukan inovasi dalam metode pembelajaran dan sosialisasi yang masif untuk menghadapi tantangan era globalisasi dan teknologi canggih. Dukungan regulasi dan anggaran dari pusat hingga daerah menjadi kunci keberhasilan implementasi Pendidikan Pancasila yang menyeluruh. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan dalam menguatkan pendidikan Pancasila di satuan pendidikan di bawah koordinasi Kemenag di Provinsi Sumatera Utara, serta memberikan dampak positif bagi upaya sosialiasi Penggunaan Buku Teks Utama Pancasila terhadap seluruh satuan pendidikan.

Acara diskusi dan mengevaluasi langkah-langkah strategis dalam mengajarkan Pancasila di era modern ini mengundang berbagai pemangku kepentingan seperti Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara dan seluruh Kepala Kemenag kabupaten/kota di Sumatera Utara, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara Sutarto, perwakilan dari Kemenag RI, Chundasah, Kepala Pusat Studi Pancasila, Agus Wahyudi, Direktur Polhumkam BRIN, Moch. Nurhasim, perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri Bapak Bangun, serta tim Direktorat Pengkajian Implementasi BPIP.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.