Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Badui Kunjungi Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama

📅 Minggu, 19 Mei 2024, 00:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Badui Kunjungi Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama Doc: ANTARA//Desi Purnama Sari
Ket. Warga Suku Badui melihat koleksi purbakala di Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama di Kota Serang, Banten, Sabtu (18/5/2024).

Serang - Warga Suku Badui mengunjungi Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama di Kota Serang, Sabtu, sebagai rangkaian Seba Badui sebelum mengunjungi Gedung Negara Provinsi Banten.

Warga Suku Badui tiba di Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, Kasemen, Kota Serang, Sabtu sekitar pukul 11.00 WIB dengan menumpangi kendaraan.

Sementara, 12 warga Baduimelakukan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Kota Serang.

Di museum, warga Badui tampak berkeliling, melihat, dan mengecek sejumlah koleksi situs purbakala.

Mereka juga memegang senjata meriam secara bergantian sembari mengukurnya. Meriam tersebut menjadi benteng pertahanan pada masa Kesultanan Banten.

Tokoh Adat BaduiSaidi Putera, di Serang, Sabtu, mengatakan kegiatan tahun ini disebut sebagai Seba Kecil yang biasa dilakukan oleh warga Suku Badui.

"Kalau tahun ini Seba Kecil, jadi satu tahun Seba Gede satu tahun Seba Kecil, ini merupakan silaturahimdengan membawa hasil bumi," ujarnya.

Ia mengatakan tidak ada hal yang berarti dalam membedakan Seba Gede dengan Seba Kecil lantaran keduanya memiliki tujuan yang sama yakni untuk silaturahim dengan membawa hasil bumi.

Hanya saja untuk Seba Gede tidak hanya hasil bumi yang dibawa, tetapi juga peralatan rumah tangga lainnya yang terbuat dari anyaman bambu.

"Untuk hasil bumi yang dibawa seperti pisang, beras, dan gula merah," katanya.

Sementara itu untuk kunjungan terhadap Gedung Negara Provinsi Banten dan museum ini dilakukan karena kedua tempat itu mempunyai kaitan erat dengan masyarakat Badui.

Sebelumnya sebanyak 1.500 warga Badui telah ikut melaksanakan ritual Seba kepada Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan di Pendopo Bupati Lebakpada Jumat, (17/5).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.