Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kampung Nelayan Modern Diharapkan Dapat Tingkatkan Ekonomi Orang Asli Papua di Biak

📅 Minggu, 19 Mei 2024, 06:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kampung Nelayan Modern Diharapkan Dapat Tingkatkan Ekonomi Orang Asli Papua di Biak Doc: ANTARA/Muhsidin
Ket. Nelayan orang asli Papua sedang mengangkat ikan hasil tangkapan di perairan Biak, Papua.

Biak - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua berharap kampung nelayan modern (Kalamo) dapat memberdayakan perekonomian nelayan lokal Orang Asli Papua (OAP).

"Fasilitas Kalamo Samber-Binyeri dikelola koperasi nelayan untuk memberikan penghasilan keluarga nelayan OAP," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Iman Djuniawal, di Biak, Sabtu (18/5).

Ia mengatakan, pemberdayaan kepada nelayan Kalamo menyangkut pengelolaan hasil tangkapan serta pendampingan pembinaan manajemen berwirausaha.

Diakuinya, harapan pemerintah bagaimana hasil tangkapan nelayan Kalamo Biak ditampung di koperasi dan bisa dibeli langsung perusahaan ikan.

"Dengan cara inilah maka nelayan OAP di Kalamo Samber-Binyeri dapat meningkatkan pendapatan usaha dari penangkapan ikan," katanya lagi.

Iman mengatakan, untuk potensi hasil perikanan di Kabupaten Biak Numfor sangat melimpah tetapi fokuskan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan.

Sebagai dinas teknis pemerintah daerah Dinas Perikanan, menurut Iman, pihaknya terus melakukan pembinaan pendampingan nelayan OAP.

Sedangkan upaya lain diberikan Dinas Perikanan, lanjut dia, senantiasa berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah lain untuk membuat program yang terkait pemberdayaan nelayan OAP.

Ia berharap, ada keberlanjutan program pemberdayaan ekonomi bagi nelayan OAP di Kabupaten Biak Numfor.

"Hal ini berkaitan juga dengan organisasi perangkat daerah lainnya sehingga dibutuhkan kolaborasi antar dinas terkait," katanya pula.

Hingga Sabtu, aktivitas bongkar muat kapal ikan masih lancar di lokasi pelabuhan pendaratan ikan Fandoi Distrik Biak Kota.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.