Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB dan PVMBG Pantau Sedimen di Hulu Sungai Kawasan Gunung Marapi

📅 Sabtu, 18 Mei 2024, 20:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
BNPB dan PVMBG Pantau Sedimen di Hulu Sungai Kawasan Gunung Marapi Doc: ANTARA/Muhammad Zulfikar
Ket. Penampakan aliran Sungai Batang Katiak di Kabupaten Agam setelah banjir lahar dan hujan yang melanda daerah itu pada Sabtu (11/5/2024).

Padang - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memantausedimen di alur sungai yang berhulu pada kawasan Gunung Marapi, Sumatera Barat.

"Pengamatan visual dilakukan fokus pada titik lokasi terdampak dan kawasan hulu sungai di Gunung Marapi, khususnya pada bagian alur sungai dengan vegetasi yang rusak akibat diterjang debit air banjir lahar dan hujan," kata peneliti PVMBG Mamay Sumaryadi di Padang, Sabtu.

Ia menjelaskan pengamatan jejak ketinggian air pada dinding tebing dari vegetasi yang tersapu air akan memberikan gambaran kondisi debit air saat terjadinya bencana. Di samping itu, pengamatan udara juga bertujuan untuk memetakan potensi lokasi yang akan dibangun sabo dam, sebagai upaya mitigasi untuk mencegah bencana serupa kembali terjadi.

Dari pengamatan udara itu, BNPB bersama PVMBG melihat terjadi kerusakan vegetasi hingga sisa-sisa sedimen yang masih tertahan di atas lereng gunung, dan di sekitar aliran sungai.

"Berdasarkan hasil pengamatan, sedimen tersebut merupakan sisa dari banjir lahar hujan yang terjadi," ucap dia.

Mamay Sumaryadi menjelaskan sebagai tindak lanjut dari pengamatan, pihaknya akan menghitung sisa sedimen yang masih tertahan di atas lereng maupun di sekitar aliran sungai.

Hasil tersebut nantinya menjadi salah satu bahan evaluasi untuk menentukan titik lokasi pembangunan sabo dam yang direncanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Tidak hanya itu, BNPB bersama PVMBG juga memetakan apakah masih ada daerah yang berpotensi terdampak apabila terjadi bencana susulan, khususnya yang masuk dalam kawasan rawan bencana (KRB) yang telah dikeluarkan PVMBG. Jika ada, maka daerah-daerah itu akan diusulkan pula untuk dibangun sabo dam pada tahap selanjutnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.