Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Badui 'Turun Gunung' Jalani Upacara Tradisi Seba

📅 Jumat, 17 Mei 2024, 17:40 WIB | Oleh:
Warga Badui 'Turun Gunung' Jalani Upacara Tradisi Seba Doc: ANTARA/Mansyur
Ket. Masyarakat Badui menyiapkan komoditas hasil pertanian ladang di depan rumah Jaro Kepala Desa Kanekes Kabupaten Lebak, seperti pisang dan gula aren untuk penyerahan upacara tradisi Seba bersama Bupati Lebak di Rangkasbitung ,Jumat (16/5) dan Gubernur Banten di Kota Serang, Sabtu (18/5).

RANGKASBITUNG - Warga Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Bantenturun gununguntuk menjalani upacara tradisi Seba bersama bupati setempat di Rangkasbitung, Jumat malam dan Gubernur Banten di Kota Serang, Sabtu (18/6)."Warga adat yang mengikuti upacara tradisi Seba sebanyak 1.500 orang terdiri ataswarga Badui Dalam dan Badui Luar," kata Tetua Adat Badui yang juga Kepala Kanekes Kabupaten Lebak Jaro Saija di Lebak, Jumat.Masyarakat Badui saat inisudah berkumpul dari 65 kampung sejak pagi dan siap diberangkatkan menggunakan truk terbuka ke alun-alun Rangkasbitung Kabupaten Lebak.

Kemungkinan pemberangkatan untuk masyarakat Badui Luar menggunakan puluhan truk pukul 12.00 WIB, sedangkan masyarakat Badui Dalam sudah berangkat pada pukul 03.00 WIB dengan berjalan kaki.Warga Badui yang akan menghadiri upacara tradisi Seba dengan membawa aneka komoditaspertanian, seperti beras huma, pisang, petai, talas,turubuk tiwu endog, sayuran iris,madu, gula aren hingga pengananngelaksa.Komoditaspertanian ladang itunantinya diserahkan kepada pimpinan kepala daerah dan pejabat sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa."Kami berharap pelaksanaan tradisi Seba 2024 berjalan lancar dan semoga hasil pertanian tahun depan menjadi lebih baik," katanya.Menurut Jaro, pelaksanaan perayaan upacara tradisi Seba tahun ini dinamakan "Seba Gede" dengan jumlah peserta 1.500 orang.Rangkaian pelaksanaan tradisi Seba itu setelah masyarakat Badui Dalam dan Badui Luar menjalani ritual Kawalu selama tiga bulan dengan berpuasa.Namun, ibadah puasa masyarakat Badui dilakukan tiga kali pada bulan Kawalu 1, bulan Kawalu 2 dan bulan Kawalu 3.Setelah itu, kata Jaro, masyarakat Badui melaksanakan upacara seren taun ataungalaksadi rumah tetua kampung dengan menghitung jumlah kepala keluarga menggunakan lidi pohon kaung aren.Pelaksanaan seren taun itu di masing-masing kampung untuk mengetahui jumlah warga Badui yang tinggal di kampung itu."Kita hari ini menjalani tradisi adat, yakni Seba dengan Bupati Lebak dan Gubernur Banten," kata Jaro Saija.Babinsa Desa Kanekes, Kabupaten Lebak Sertu Tatang mengatakan pihaknya melakukan pengamanan di pemukiman masyarakat Badui, karena semua laki-laki mengikuti upacara tradisi Seba di Rangkasbitung dan Kota Serang."Kami bersama kepolisian menjaga keamanan di 68kampung di kawasan Badui dengan berjalan kaki," ujarnya.Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak Imam Rismahayadin mengatakan masyarakat Badui tiba di alun-alun Rangkasbitung pukul 13.00 WIB dan malamnya dilakukan perayaan tradisi Seba dengan bupati dan pejabat serta dihadiri ribuan wisatawan.Tujuan upacara Seba secara khusus, antara lain membawa amanat pu'un atau ketua adat, memberikan laporan, menyampaikan harapan, dan menyerahkan hasil bumi.

Selama iniSeba Badui menjadi salah satu agendadi Provinsi Banten yang masuk dalam Kharisma "Event Nasional Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif"."Kami berharap pelaksanaan upacara perayaan Seba Badui tahun ini berjalan lancar," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.