Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OIKN Berkomitmen untuk Lestarikan Adat Istiadat Lokal

📅 Senin, 13 Mei 2024, 00:01 WIB | Oleh:
OIKN Berkomitmen untuk Lestarikan Adat Istiadat Lokal Doc: ISTIMEWA
Ket. BAMBANG SUSANTONO Kepala OIKN - Ritual adat ini merupakan tradisi masyarakat untuk meminta izin kepada leluhur sebelum mendirikan kampung atau bangunan di tanah mereka.

SAMARINDA - Pelaksanaan ritual adat Dayak dan Paser merupakan manifestasi dari kolaborasi antara Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan masyarakat serta lembaga adat untuk melestarikan adat istiadat lokal. Ritual adat ini sebagai bentuk restu leluhur untuk pembangunan IKN di Kalimantan agar lancar dan aman.

"Pelaksanaan ritual adat Dayak dan Paser ini merupakan upaya partisipasi dari masyarakat dan lembaga adat untuk bersama-sama membangun IKN, termasuk di dalamnya sebagai bentuk memelihara adat istiadat," kata Kepala OIKN, Bambang Susantono, dalam keterangan tertulisnya, di Samarinda, Sabtu (11/5).

Seperti dikutip dari Antara, Bambang berharap dengan adanya kegiatan ini dapat tercipta hubungan harmonis antara OIKN, masyarakat dan lembaga adat, sehingga semua unsur selalu bergandengan tangan dalam membangun IKN.

Dia mengatakan OIKN memfasilitasi 12 lembaga dan masyarakat adat dalam penyelenggaraan Ritual Adat Dayak dan Paser, sebagai bentuk restu leluhur untuk pembangunan IKN di Kalimantan agar lancar dan aman. Pelaksanaan ritual adat dua suku Kalimantan ini berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu dan akan ditutup pada Minggu (12/5).

"Ritual adat ini merupakan tradisi masyarakat untuk meminta izin kepada leluhur sebelum mendirikan kampung atau bangunan di tanah mereka, dalam hal ini adalah IKN sebagai Ibu Kota baru Indonesia yang dibangun di Kalimantan Timur," kata Bambang.

Ritual adat ini diyakini sebagai cara untuk meminta izin kepada roh leluhur mereka. Dengan melakukan ritual adat, mereka dapat terhindar dari bala bencana.

Pelestarian Budaya

Menurut Bambang, selain sebagai upaya pelestarian budaya lokal, melalui ritual ini OIKN juga telah melakukan pelestarian budaya dengan dua cara, yaitu culture experience dan culture knowledge.

Bambang mengatakan culture experience dilakukan dengan berbagai kegiatan seperti ritual adat yang dilakukan hari ini, kemudian kompetisi olahraga tradisional seperti sumpit yang merupakan salah satu objek pemajuan kebudayaan, termasuk seni pertunjukan dalam kegiatan seremonial seperti tari-tarian.

Culture knowledge, tambah Bambang, bentuk pelestarian budaya dengan beragam kegiatan seperti rembuk budaya, diskusi tentang pengembangan kebudayaan, penyusunan rencana induk kebudayaan, dan pengembangan museum kehidupan.

Sebanyak 12 lembaga dan masyarakat adat yang mengikuti ritual adat tahun ini. Merekam antara lain Suku Paser, Suku Balik, dan Suku Dayak yang terdiri atas beberapa subsuku, seperti Tonyooi Benuaq, Bahau Busang, Bahau Saq, Aoheng Soputan Buket, Bentian, Kayaan Mahakam, Modang, Lundayeh, dan Kenyah.

Sebelumnya, Direktur Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif OIKN, Muhsin Palinrungi, menegaskan pihaknya berkomitmen mengoptimalkan kebudayaan kearifan lokal seiring dengan pembangunan infrastruktur di IKN melalui konsep museum kehidupan.

"Kami sedang melakukan inventarisasi potensi budaya suku Paser Balik, etnis asli Penajam Paser Utara, sebagai bagian dari konsep museum kehidupan yang akan kami terapkan. Ini upaya Otorita IKN untuk melestarikan budaya lokal," ungkapnya.

Muhsin menyatakan pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga pada pemeliharaan dan pengembangan budaya, termasuk kearifan lokal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

56 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.