Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hindari Dampak Buruk, Kelainan Kelopak Perlu Segera Ditangani

📅 Minggu, 12 Mei 2024, 20:57 WIB | Oleh:
Hindari Dampak Buruk, Kelainan Kelopak Perlu Segera Ditangani Doc: istimewa
Ket. Tim dokter bedah mata RS Mata JEC @ Menteng sedang melakukan tindakan operasi kelopak mata pada pasien di Jakarta (11/05). JEC Eye Hospitals and Clinics menggagas Bakti Sosial Operasi Kelopak Mata berupa pemberian 30 tindakan operasi kelopak mata secara gratis yang dilangsungkan sepanjang 11 Mei-30 Juni 2024. Inisiatif ini menjadi aksi sosial bedah okuloplastik dan rekonstruksi mata pertama di Indonesia yang berfokus pada penanganan kelainan kelopak mata.

JAKARTA - Sering tidak disadari penyandangnya, kelainan kelopak mata ternyata bisa berakibat gawat yaitu kebutaan. Efek ringan yang sering terjadi adalah mata merah, berair, dan pandangan buram pun mesti dihadapi sehari- hari.

Menurut laporan Gangadhara Sundar (2010) penyandangnya kelainan kelopak mata tidak bisa dibilang sedikit. Contohnya, salah satu kelainan kelopak mata, yakni epiblepharon, ternyata dialami 90,7 persen ras Asia (termasuk Indonesia).

"Tindakan operasi berupa okuloplastik dan rekonstruksi mata menjadi solusi mengatasi berbagai kelainan kelopak mata," papar Direktur Utama RS Mata JEC @ Menteng, dr. Referano Agustiawan, SpM(K)., dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (11/5).

Terdorong situasi tersebut, eye care leader di Indonesia, JEC Eye Hospitals and Clinics menggagas Bakti Sosial Operasi Kelopak Mata. Kegiatan ini berupa pemberian 30 tindakan operasi kelopak mata secara gratis.

"Inisiatif ini menjadi aksi sosial bedah okuloplastik dan rekonstruksi mata pertama di Indonesia yang berfokus pada penanganan kelainan kelopak mata," imbuhnya.

Referano memaparkan, JEC ini tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap penyandang kelainan kelopak mata, tetapi juga semakin membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mata secara menyeluruh.

Dipusatkan di RS Mata JEC @ Menteng, implementasi Bakti Sosial Operasi Kelopak Mata dilangsungkan sepanjang 11 Mei-30 Juni 2024. Pelaksanaan tindakan okuloplastik dan rekonstruksi mata memerlukan persiapan secara ekstensif melibatkan para ahli medis yang mumpuni.

"Di samping tim spesialis okuloplastik dan rekonstruksi mata, tindakan operasi juga melibatkan tim dokter anestesi JEC bersama tim perawat yang kompeten," katanya.

Seluruh peserta penerima manfaat Bakti Sosial Operasi Kelopak Mata, seluruhnya berusia 18 tahun ke atas wajib melakukan skrining oleh tim dokter ahli dari Layanan Orbital, Okuloplastik dan Rekonstruksi. Nantinya, peserta juga akan mendapatkan prosedur pascaoperasi yang komprehensif hingga mereka dinyatakan pulih sepenuhnya.

Ia menjelaskan, RS Mata JEC @ Menteng melalui Layanan Orbita, Okuloplastik dan Rekonstruksi telah berpengalaman menangani tindakan okuloplastik dan rekonstruksi mata dengan tingkat keahlian yang terpercaya, serta didukung oleh fasilitas modern yang lengkap. Tindakan ini didukung sumber daya manusia, Layanan Orbita, Okuloplastik dan Rekonstruksi di RS Mata JEC @ Menteng.

"Saat ini ada 5 dokter spesialis mata dengan sub spesialis okuloplastik dan rekonstruksi mata; 1 di antaranya telah bergelar doktor," terangnya.

Melalui Bakti Sosial Operasi Kelopak Mata, JEC @ Menteng menawarkan solusi konkrie terhadap masalah kelainan kelopak mata di Indonesia. Inisiatif ini bukan sekadar tindakan medis yang membawa perubahan positif terhadap 'pandangan' seseorang secara fisik, tetapi juga mental yang harapannya mampu mendorong para penyandang kelainan kelopak mata untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah.

Dukungan terhadap Bakti Sosial Operasi Kelopak Mata juga disampaikan Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Jakarta, Dr. Julie Dewi Barliana, SpM (K), M. Biomed. Pihaknya mengapresiasi langkah bersejarah JEC yang telah mempelopori Bakti Sosial Operasi Kelopak Mata,. Tindakan okuloplastik dan rekonstruksi mata umumnya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

"Karenanya, kami berharap semakin banyak kalangan yang terinspirasi untuk berpartisipasi dalam aksi sosial ini agar menyentuh penerima manfaat yang semakin luas," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.