Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terendam Banjir, 150 Hektare Lahan Pertanian Gagal Panen di Konawe Utara Sultra

📅 Sabtu, 11 Mei 2024, 15:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Terendam Banjir, 150 Hektare Lahan Pertanian Gagal Panen di Konawe Utara Sultra Doc: Antara/La Ode Muh Deden Saputra
Ket. Lahan pertanian masyarakat yang terendam banjir di Kabupaten Konawe Utara, Sultra.

KENDARI - Tanah seluas 150 hektare yang digunakan sebagai lahan pertanian di Desa Puuwanggudu, Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), terdampak banjir.

Kepala Desa Puuwanggudu Jumran Amin saat ditemui di Konawe Utara, Sabtu (11/5), mengatakan lahan pertanian masyarakat itu mengalami gagal panen karena terendam banjir.

"Jujur saja, masyarakat kami ini sudah mau panen. Karena banjir itu, padinya kita mau ambil sudah terkena banjir semua," kata Jumran Amin.

Dia menyebutkan lahan pertanian masyarakat di Desa Puuwanggudu itu terbagi dalam dua lahan.Lahan pertanian pertama seluas 70 hektare dan yang kedua 80 hektare. Selain sawah, di lahan itu juga ditanami sayur-sayuran berupa palawija dan lainnya.

"Sawah kami ini ada dua lokasi, di sini dengan di seberangnya, hitungan kami 70 hektare di sini dan di seberang itu 80 hektare, jadi kurang lebih 150 hektare sawah saja dengan palawija sayur-sayuran," ujarnya.

Sedangkan untuk jumlah petani di desa tersebut, menurutJumran Amin, sebanyak 180-an warga. Mereka mencari nafkah dengan menjadi petani di Desa Puuwanggudu.

"Kurang lebih 180-an petani di Desa Puuwanggudu," jelasnya.

Adapun jumlah rumah yang terdampak banjir di Desa Puuwanggudu, kata dia, ada 91 rumah dengan sekitar 142 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 482 jiwa.

Jumran Amin juga mengungkapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Utaratelah menyalurkan bantuan berupa rumah hunian tetap bagi masyarakat di Desa Puuwanggudu, sehingga beberapa masyarakat yang telah mendapatkan hunian tetap itu langsung kembali mengisi hunian tersebut.

"Kebetulan ada yang disiapkan pemda, awalnya itu hunian sementara (huntara), lalu kemudian dijadikan hunian tetap (huntap).Akan tetapi kendala kami juga kemarin itu karena tidak semua warga saya yang mendapatkan huntap, baru 68 KK, sisanya itu katanya tahapan selanjutnya," ucap JumranAmin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.