Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB: Jumlah Pengungsi di Myanmar Kini Mencapai 3 Juta Orang

📅 Rabu, 08 Mei 2024, 15:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB: Jumlah Pengungsi di Myanmar Kini Mencapai 3 Juta Orang Doc: AFP
Ket. Orang-orang mengantre untuk mendapatkan makanan di biara yang menjadi tempat penampungan sementara bagi para pengungsi di Lashio, Negara Bagian Shan, Myanmar pada 15 November 2023.

YANGON - Jumlah pengungsi di Myanmar telah mencapai tiga juta orang, kata PBB, sebagian besar terpaksa meninggalkan rumah akibat konflik yang dipicu kudeta militer pada 2021.

Sekitar 2,7 juta orang melarikan diri sejak kudeta yang menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi.

Kudeta tersebut memicu bentrokan baru dengan kelompok etnis bersenjata yang sudah mapan dan melahirkan puluhan "Pasukan Pertahanan Rakyat" baru yang gagal dihancurkan oleh militer.

"Myanmar berada di jurang krisis kemanusiaan yang semakin parah pada tahun 2024," kata koordinator PBB di negara tersebut dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin (6/5).

Diperkirakan sepertiga dari pengungsi adalah anak-anak, menurut pernyataan itu.

Sekitar setengah dari tiga juta orang telah mengungsi sejak akhir tahun lalu, ketika aliansi kelompok etnis bersenjata melancarkan serangan di negara bagian Shan utara, kata pernyataan itu.

Serangan tersebut merebut sebagian besar wilayah dan penyeberangan perdagangan yang menguntungkan di perbatasan Tiongkok, ancaman terbesar bagi junta sejak merebut kekuasaan.

Daerah perbatasan Myanmar adalah rumah bagi sejumlah besar kelompok etnis bersenjata, banyak di antaranya telah berperang melawan militer sejak kemerdekaan dari Inggris pada 1948 demi otonomi dan kendali atas sumber daya yang menguntungkan.

PBB mengatakan kekurangan dana yang parah menghambat upaya bantuan, terutama menjelang musim topan pada Mei-Juni.

Tahun lalu topan Mocha melanda negara bagian Rakhine di Myanmar barat, menewaskan sedikitnya 148 orang.

Lebih dari 355.000 orang saat ini mengungsi di negara bagian Rakhine barat, yang telah diguncang sejak November oleh bentrokan antara Tentara Arakan (AA) dan militer, kata PBB.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.