- Home
-
- Megapolitan
-
- Tangerang Integrasikan Edu...
Tangerang Integrasikan Edukasi dan Skrining TBC
Jumat, 03 Mei 2024, 04:00 WIBTANGERANG - Integrasi antara edukasi dan skrining penanganan Tuberkulosis (TBC) disatukan dalam Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila tengah dicoba Pemkot Tangerang. Maka, setiap sekolah diajak menjalankan program tersebut melalui Gerakan Bersama Menuju Eliminasi TBC (Ransel TBC).
"Sejak tahun 2022 Pemkot Tangerang telah melibatkan peran serta pelajar sebagai pemberi edukasi kepada sesama pelajar guna mencegah TBC lewat Program Ransel TBC di sekolah," kata Wali Kota Tangerang, Nurdin. Dia mengatakan ini saat menjadi pembicara dalam temu wicara "Gerakan Indonesia Akhiri Tuberkulosis" yang diselenggarakan Kemenkes di Jakarta, Kamis (2/5).
Nurdin menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan Pemkot Tangerang untuk meminimalkan masyarakat teridentifikasi TBC. Pemkot menempuh program preventif dan kuratif. "Pemkot juga menyediakan anggaran untuk menangani TBC," katanya.
Selain itu, untuk menangani TBC, Pemkot Tangerang juga melibatkan lebih dari 1.000 kader posyandu. Mereka disebut Kader Aksi Skrining Mandiri Berbasis Masyarakat (Asmara). Tugas Asmara TBC melakukan skrining awal bagi masyarakat yang terindikasi TBC. Selain itu, mereka juga mendampingi para penderita.
"Satu posyandu ada satu kader. Kami memiliki 1.200 posyandu," ajar Nurdin. Dia juga menambahkan, Pemkot melakukan strategi Public Private Mix (PPM). Ini adalah strategi kolaboratif dengan melibatkan rumah sakit swasta untuk melayani masyarakat yang terjangkit TBC baik pemeriksaan maupun pengobatan.
Di Kota Tangerang terdapat 33 RS swasta dan 1 RSUD milik pemda. Semua faskes melayani pasien TBC dengan pembiayaan yang melalui UHC dan BPJS Kesehatan.
Naikkan Kompetensi
Sementara itu, saat memperingati Hari Buruh, Nurdin mengajak seluruh pekerja terus meningkatkan kompetensi guna mewujudkan profesionalisme dan produktivitas. "Penting bagi para pekerja untuk senantiasa meningkatkan kompetensi kerja guna mewujudkan profesionalisme dan kemandirian," ajar Nurdin.
Dia lalu merujuk tema Hari Buruh, "May Day is Terampil Day. Kerja Bersama Wujudkan Pekerja yang Kompeten." Menurutnya, kompetensi menjadi penting karena berbagai tantangan dapat mengakibatkan menurunnya produktivitas dan pertumbuhan ekonomi Tangerang.
Berbagai tantangan selalu ada seperti dampak pandemi Covid-19 yang terjadi secara masif di seluruh dunia. Kasus ini menyebabkan harusphysical distancingdan membuat produktivitas menurun.
"Bahkan ada yang sampai usahanya gulung tikar. Tentunya ini menjadi pukulan, tidak hanya bagi pengusaha, tetapi juga para pekerja," tandas Wali Kota. Syukur, berkat kerja sama dan kolaborasi semua pihak, bisa bangkit lebih cepat dari keterpurukan dan kembali produktif.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara
Berita Terkait:
-
Pemkot Solok Evaluasi Koperasi Kelurahan Merah Putih Perkuat Tata Kelola dan Usaha Koperasi
-
Empat BUMN Karya Bakal Digabung, Danantara Kejar Deadline November
-
87 Pekerja Migran Dipulangkan Lewat Laut dari Johor, Begini Prosesnya
-
Pemerintah Kota Jakarta Utara Perkuat Gerakan Peduli Lingkungan
-
Kepolisian Daerah Jawa Timur Terus Dalami Penyebab Ledakan di Kawasan Ruko San Antonio
-
BNI Perkuat Komitmen Lestarikan Batik sebagai Identitas Budaya Indonesia
-
ICE BSD City Catat 3.300 Acara dan 18,9 Juta Pengunjung Sejak 2015
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.