Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Garut Relokasi 15 Rumah Terdampak Longsor di Banjarwangi

📅 Jumat, 03 Mei 2024, 17:32 WIB | Oleh:
Pemkab Garut Relokasi 15 Rumah Terdampak Longsor di Banjarwangi Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Garut
Ket. Petugas membersihkan material longsoran tanah di Kampung Sirnagalih, Desa Talagajaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (27/4).

GARUT - Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, merelokasi 15 rumah warga yang terdampak bencana alam tanah longsor di Kampung Sirnagalih, Desa Talagajaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, ke tempat yang lebih nyaman dan aman dari potensi bahaya longsor.

"Ia (direlokasi) di daerah sekitar sana," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh saat dihubungi melalui telepon seluler di Garut, Jumat.

Ia menuturkan BPBD Garut bersama dinas lainnya sudah melakukan peninjauan langsung lokasi yang terdampak bencana alam longsor maupun masyarakat yang menjadi korban di kampung itu, Kamis (25/4) malam.

Dampak longsoran tanah itu, kata dia, tiga orang meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor, dan tercatat sebanyak 15 rumah warga di daerah itu harus direlokasi karena berada di kawasan yang berbahaya terdampak longsor.

"Ada 15 rumah tidak bisa dihuni lagi," katanya.

Ia menyampaikan selama tahapan proses relokasi itu, seluruh penghuni rumah melakukan evakuasi mandiri ke rumah kerabatnya yang berada di kawasan aman dari bencana alam.

Selain itu, lanjut dia, Pemkab Garut juga sudah mendistribusikan bantuan logistik untuk masyarakat yang terdampak bencana tanah longsor berupa paket peralatan kebersihan, selimut, matras, dan sembako.

Masyarakat yang terdampak bencana tanah longsor itu mendapatkan perhatian dari Menteri Tri Rismaharini yang menyerahkan langsung santunan kepada tiga ahli waris korban meninggal dunia dan enam orang korban luka akibat longsor di Desa Talagajaya, Kecamatan Banjarwangi.

Bantuan lainnya berupa dapur umum dan posko pengungsian yang telah dibangun dan akan tetap berdiri selama warga terdampak masih membutuhkan.

Penjabat Bupati Garut Barnas Adjidin sebelumnya juga sudah meninjau daerah yang terdampak bencana tanah longsor yang meminta rumah di daerah itu untuk segera direlokasi, dan jajaran dinas terkait, camat, dan pemerintah desa untuk segera menyiapkan lahan untuk relokasi.

Sebelumnya, hujan deras mengguyur wilayah selatan Garut yang menyebabkan bencana tanah longsor menimpa rumah warga di Kampung Sirnagalih, Desa Talagajaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Kamis (25/4) malam.

Longsor itu menimbun tiga orang yakni Lilis (35), dan dua anak-anak yakni Jeni (8), dan Dini (3) yang ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.*

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.