Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, Menlu Matangkan Langkah Pelindungan WNI di Tengah Krisis Timur Tengah

📅 Jumat, 03 Mei 2024, 04:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, Menlu Matangkan Langkah Pelindungan WNI di Tengah Krisis Timur Tengah Doc: ANTARA/Yashinta Difa
Ket. Tangkapan layar - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan keterangan pers dari Ankara, Turki, pada Kamis (2/5/2024).

Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memimpin langsung rapat koordinasi dengan beberapa kepala perwakilan RI di Ankara, Turki, Kamis (2/5), guna mematangkan langkah-langkah pelindungan WNI di tengah krisis Timur Tengah.

"Situasi Timur Tengah sangat dinamis, kita tahu semua. Kita terus berusaha agar de-eskalasi terjadi. Namun, kita juga harus mempersiapkan diri jika situasi semakin memburuk, termasuk pelindungan terhadap WNI," ujar Retno dalam transkrip keterangan persnya.

Dalam rapat tersebut, kata Retno, juga dibahas persiapan evakuasi WNI jika situasi memburuk.

"Persiapan matang selalu diperlukan dan menjadi utama sehingga kita tidak tergagap jika situasi memburuk," katanya.

Berdasarkan catatan Kemlu, jumlah WNI yang tinggal di wilayah rawan konflik antara lain di Yordania sebanyak 1.524 orang, di Tepi Barat dan Israel (131 orang), di Mesir (15.708 orang), di Lebanon (217 orang dan 1.232 personel Satgas UNIFIL), di Suriah (2.361 orang), di Yaman (4.866 orang), serta di Irak (kurang lebih (796 orang).

Setelah menggelar rapat tersebut, Retno melanjutkan agenda terakhirnya di Turki dengan menemui para konsul kehormatan RI di Turki.

"Turki adalah negara dengan luas wilayah yang besar. Dengan luasnya wilayah, maka upaya untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia akan lebih sulit dilakukan jika hanya ditopang dari KBRI Ankara dan KJRI Istanbul," ujar dia.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia telah menunjuk lima konsul kehormatan. Mereka adalah warga negara Turki yang diberi tugas khusus oleh pemerintah Indonesia untuk membantu pelindungan WNI dan juga membantu promosi kerja sama ekonomi.

"Dalam pertemuan, saya sampaikan mengenai arah kerja sama bilateral Indonesia dan Turki dan saya sampaikan terima kasih atas peran mereka dalam membantu misi diplomatik, kekonsuleran, dan ekonomi Indonesia di Turki," kata Retno.

Sehari sebelumnya, Retno telah melakukan pertemuan dengan Menlu Turki Hakan Fidan kemudian dengan Menlu Pertahanan Turki Yasar Guler, untuk antara lain membahas peningkatan hubungan bilateral kedua negara serta isu-isu global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.