Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Setelah 96 Tahun, Akhirnya Bagian Patung Ramses yang Hilang Ditemukan

📅 Kamis, 02 Mei 2024, 00:02 WIB | Oleh:
Setelah 96 Tahun, Akhirnya Bagian Patung Ramses yang Hilang Ditemukan Doc: Istimewa
Ket. Bagian kepala patung Rramses II di kuil Luxor. Sebuah proposal telah diajukan untuk menyatukan bagian bawah dengan bagian atas yang telah lama hilang.

KAIRO - Para arkeolog Amerika Serikat dan Mesir baru-baru ini mengumumkan penemuan bagian atas patung Ramses II, yang telah lama hilang dan masih dalam kondisi murni. Ramses II adalah salah satu firaun paling terkenal sepanjang 31 dinasti dalam sejarah Mesir Kuno.

Sebuah proposal telah diajukan untuk menyatukan bagian bawah dengan bagian atas yang telah lama hilang, dan para penemunya yakin itu akan disetujui.

Dilansir oleh Popular Mechanics, sekitar 96 tahun yang lalu, arkeolog Jerman Günther Roeder menemukan bagian bawah patung berukuran besar setinggi 23 kaki itu. Roeder menemukan patung itu 150 mil selatan Kairo di Kegubernuran Minya, dekat kota modern El Ashmunein.

Pada zaman dahulu, daerah sepanjang Sungai Nil ini dikenal dengan nama Khemnu. Kota ini berfungsi sebagai ibu kota provinsi di Kerajaan Lama Mesir (2649-2130 SM), dan kemudian disebut Hermopolis Magna ketika Romawi menguasai Mediterania.

Banyak harta karun dari masa lalu yang termasyhur di kawasan ini diketahui terkubur di gurun sekitar, dan meskipun penemuan Roeder terbukti luar biasa, sisa patung besar yang ia temukan tetap hilang seiring berjalannya waktu, sampai sekarang.

Pada bulan Maret lalu, para arkeolog Mesir, bermitra dengan para ahli dari AS mengumumkan mereka akhirnya menemukan bagian atas patung yang hilang. Para ahli dari Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir melaporkan bahwa bagian atasnya membentang setinggi sekitar 12,5 kaki, dan menggambarkan Ramses II mengenakan hiasan kepala yang di atasnya terdapat seekor ular kobra kerajaan.

Penggalian yang dimulai pada bulan Januari ini awalnya menghadapi ketidakpastian mengenai kelestarian patung tersebut akibat naik turunnya permukaan air akibat pembangunan Bendungan Rendah Aswan.

Yvona Trnka-Amrhein, salah satu pemimpin tim penggalian dan asisten profesor ilmu klasik di Universitas Colorado Boulder, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi patung batu pasir tersebut.


"Satu masalah dengan Hermopolis adalah letaknya yang dekat dengan Sungai Nil. Setelah (pembangunan) Bendungan Rendah Aswan, permukaan air menjadi masalah besar. Tidak ada jaminan bahwa batu itu akan baik-baik saja," kata Yvona Trnka-Amrhein, dalam pernyataan pers.

"Kadang-kadang ditemukan batupasir yang pada dasarnya hanyalah pasir atau batu kapur yang terdegradasi. Bisa jadi itu hanya sebongkah batu ."

Namun, upaya penggalian yang cermat mengungkap pelestarian artefak yang luar biasa, disertai jejak pigmen biru-kuning yang menghiasi permukaannya.

Penemuan pigmen yang tak terduga ini memberikan kesempatan menarik bagi para peneliti untuk menyelidiki lebih dalam asal-usul dan penampilan asli patung tersebut. Trnka-Amrhein menekankan pentingnya temuan ini, menyoroti potensinya untuk memperkaya pemahaman kita tentang seni dan budaya Mesir kuno.

Analisis lebih lanjut terhadap pigmen ini diharapkan dapat membantu peneliti memahami konteks pembuatan patung, serta tampilan aslinya.

"Kami tahu itu mungkin ada di sana, tapi kami tidak mencarinya secara spesifik," kata Trnka-Amrhein dalam pernyataan pers.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

31 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.