Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, Pemkab Ciamis Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa yang Mengungsi

📅 Selasa, 30 Apr 2024, 00:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, Pemkab Ciamis Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa yang Mengungsi Doc: ANTARA/HO-Pemkab Ciamis
Ket. Penjabat Bupati Ciamis Engkus Sutisna menyerahkan bantuan kepada korban gempa bumi di daerah itu, Senin (29/4/2024).

Ciamis - Pemerintah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menyalurkan bantuan logistik kepada korban gempa bumi magnitudo 6,2 di daerah itu, Sabtu (27/4), yang mengungsi ke tempat aman karena kondisi rumah rusak dan trauma.

"Ya, semua pengungsi diberi logistik kedaruratan, yaitu sembako, selimut, dan matras," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Memet Hikmat saat dihubungi melalui telepon seluler di Ciamis, Senin.

Setelah gempa bumi itu, Pemkab Ciamis melakukan inventarisasi daerah-daerah terdampak bencana tersebut.

Laporan sementara, kata dia, gempa bumi tersebut telah menyebabkan 47 rumah rusak ringan, 11 rumah rusak sedang, dan satu rumah rusak berat. Kerusakan juga terjadi di fasilitas pendidikan dan tempat kegiatan usaha.

Jumlah masyarakat terdampak bencana 99 kepala keluarga atau 338 jiwa tersebar di 37 desa di 16 kecamatan, sedangkan mereka yang mengungsi empat kepala keluarga atau 14 jiwa. Mereka mengungsi ke tetangga atau keluarga terdekat yang relatif aman dari kemungkinan gempa susulan.

Tercatat korban gempa yang mengungsi, masing-masing satu KKdi Dusun Kertajaga, Desa Sukajaya, Kecamatan Pamarican, Desa Penyingkiran, Kecamatan Ciamis, Desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti, dan Desa Kalijaya, Kecamatan Banjaranyar.

Penjabat Bupati Ciamis Engkus Sutisna menyerahkan bantuan, meninjau kondisi mereka, dan menyampaikan turut prihatin atas dampak bencana itu.

Ia mengimbau masyarakat selalu meningkatkan kesadaran terkait dengan mitigasi bencana alam dengan tidak panik apabila terjadi gempa.

Saat terjadi gempa, katanya, hal yang dapat dilakukan, salah satunya dengan mengevakuasi diri ke tempat luas atau berlindung di bawah meja.

"Atas nama pemerintah saya turut prihatin, ini adalah cobaan karena kita tidak tahu kapan musibah akan datang," katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan gempa bumi bermagnitudo 6,2 terjadi pada Sabtu (27/4) tengah malam dengan pusat gempa di laut 151 km barat daya Kabupaten Garut dengan kedalaman 10 km dan tidak berpotensi tsunami.

Guncangan gempa itu tidak hanya dirasakan di Garut, tetapi juga daerah lainnya, seperti Kabupaten Tasikmalaya, Bandung, Pangandaran, dan Ciamis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

35 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.