Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kecepatan Rotasi Bumi Kemungkinan Telah Melambat

📅 Sabtu, 27 Apr 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Kecepatan Rotasi Bumi Kemungkinan Telah Melambat Doc: ANTARA/SHUTTERSTOCK/TRIFONOV
Ket. Ilustrasi planet Bumi.

ISTAMBUL - Para ilmuwan seperti dilansir oleh situs timeandate.com menyatakan bahwa data terbaru dari jam atom menunjukkan kecepatan rotasi Bumi kemungkinan telah melambat dari kondisi normal, sehingga hari menjadi lebih panjang.

Pada Juni 2022, Bumi mengalami rotasi tercepat sehingga hari berlangsung paling singkat yang pernah tercatat dalam sejarah. Sayangnya, sejak saat itu, trennya mulai terbalik dan untuk pertama kali dalam tujuh tahun, rata-rata hari berlangsung lebih lama pada 2023.

"Prediksi menunjukkan bahwa perlambatan itu kemungkinan berlanjut hingga 2025, ketika durasi hari bertambah 1,63 milidetik pada Maret 2025 atau hari paling lama sejak Maret 2019," sebut para peneliti.

Sebagai informasi, bertambah atau berkurangnya durasi hari didasarkan pada selisih antara 86.400 detik (24 jam) dan waktu yang diperlukan Bumi untuk menyelesaikan satu putaran penuh pada porosnya mengitari Matahari.

Data durasi hari disediakan oleh Layanan Sistem Rotasi dan Referensi Bumi Internasional. Namun demikian, mereka mengingatkan kalau prediksi tentang perubahan kecepatan rotasi Bumi sulit dilakukan karena pergerakan kompleks inti bumi, lautan, atmosfer, dan faktor lainnya.

Menurut Wikipedia, jam atom adalah sejenis jam yang menggunakan frekuensi resonansi atom sebagai penghitungnya.

Menanggapi data dari jam atom itu, pengamat iklim sekaligus Guru Besar bidang Geofisika, Universitas Brawijaya, Malang, Adi Susilo, mengatakan fluktuasi rotasi bumi bisa dipengaruhi beberapa faktor alam, seperti kondisi atmosfer, cuaca, dan kondisi laut.

Perubahan Iklim

Adi menduga pencairan es di kutub akibat perubahan iklim turut menjadi faktor pendorong perlambatan rotasi.

"Pencairan gletzer di Antartika karena suhu menghangat yang banyak dibicarakan akhir-akhir ini, bisa jadi ikut berpengaruh ke fenomena yang disebutkan para ahli. Karena saat volume es yang demikian besar mencair dan mengalir di laut yang dapat meredistribusi massa bumi, sehingga berpengaruh ke kecepatan rotasi," kata Adi.

Massa volume cairan yang begitu besar itulah kata Adi yang bergeser menjauhi kutub dan menuju ke arah garis katulistiwa. "Tarikan ini diduga berpengaruh pada kecepatan rotasi bumi," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Gaji PPPK Dibayar APBN, Gub...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.