Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sebaran Belerang Dioksida Gunung Ruang Semakin Berkurang

📅 Senin, 22 Apr 2024, 12:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sebaran Belerang Dioksida Gunung Ruang Semakin Berkurang Doc: antarafoto
Ket. Erupsi Gunung Ruang di Sulut

JAKARTA - Gumpalan belerang dioksida atau SO2 yang sempat menyebar luas ke atmosfer akibat letusan besar Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut), semakin berkurang seiring dengan penurunan aktivitas vulkanik baik itu secara visual maupun kegempaan.

"Maka diharapkan aktivitas magma di bawah permukaan Gunung Ruang semakin menurun, sehingga degassing gas-gas vulkanik dari magma juga semakin berkurang, termasuk berkurangnya konsentrasi gas belerang dioksida," kata Penyelidik Bumi PVMBG Sofyan Primulyana saat dihubungi di Jakarta, Senin (22/4).

Pada 21 April 2024 asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 100-250 meter dari puncak Gunung Ruang. Hujan juga dilaporkan mengguyur gunung berapi kerucut tipe A tersebut.

PVMBG mencatat ada 43 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 5-27 milimeter dan lama gempa 5-19 detik, lalu 27 kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 8-55 milimeter, dan lama gempa 7-26 detik.

Pada 22 April 2024 pukul 00.00 sampai 12.00 WITA jumlah gempa vulkanik dangkal sebanyak 37 kali dan gempa vulkanik dalam hanya 30 kali.

Sofyan menjelaskan setiap erupsi gunung api pasti mengeluarkan gas-gas vulkanik,seperti sulfur dioksida dalam konsentrasi yang bervariasi di setiap gunung api, tergantung kondisi magma di bawah permukaan dan intensitas erupsi.

Gas belerang dioksida dalam konsentrasi di atas dua ppm berbau tajam dan dapat menyebabkan iritasi hidung dan saluran tenggorokan, saluran pernafasan, serta dapat mengiritasi mata dan selaput lendir mata.

Namun belerang dioksida yang dierupsikan oleh suatu gunung api biasanya akan terencerkan oleh udara atmosfer, sebagian akan teradsorpsi oleh abu, dan sebagian lagi akan beraksi dengan uap air di atmosfer membentuk droplet atau tetes air yg bersifat asam, bahkan dapat menembus lapisan atmosfer yang lebih jauh.

Pada 17 April 2024 pukul 13.15 WITA, kata Sofyan, data citra satelit memperlihatkan nilai sulfur dioksida sebanyak 3.000 ton dari kolom asap yang memanjang lebih dari 450 kilometer.

Sehari kemudian pada pukul 14.30 WITA nilai sulfur dioksida sebesar 300 ribu ton dari kolom asap yang memanjang lebih dari 1.000 kilometer.

Pada tanggal 19 April 2024 nilai sulfur dioksida di sekitar Gunung Ruang terdeteksi menurun menjadi sekitar 190.000 ton. Pencemaran belerang dioksida itu terjadi karena penurunan aktivitas vulkanik maupun guyuran hujan.

"Hingga tanggal 22 April 2024 ini melalui pantauan citra satelit, kami belum mendapatkan update terbaru terkait konsentrasi sebaran gas belerang dioksida di Gunung Ruang," kata Sofyan.

Gunung Ruang memiliki ketinggian puncak 725 meter di atas permukaan laut dan sekaligus membentuk satu pulau tersendiri yang terpisah dengan pulau lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

19 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...

El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
El Clasico Jadi Laga Superm...

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.