Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program Bangga Kencana Langkah Penurunan 'Stunting' di Kabupaten Sambas

📅 Senin, 22 Apr 2024, 15:42 WIB | Oleh:
Program Bangga Kencana Langkah Penurunan 'Stunting' di Kabupaten Sambas Doc: ANTARA/Dedi
Ket. Bupati Sambas, Satono

Pontianak -- Bupati Sambas, Kalimantan Barat, Satono mengatakan bahwa Program Bangga Kencana bersama mitra kerja menjadi langkah nyata untuk mewujudkan keluarga berkualitas karena fokus dalam penurunan stunting yang juga menjadi program strategis nasional saat ini.

"Stunting adalah permasalahan besar nasional saat ini, dan merupakan salah satu fokus pemerintah dan menjadi program prioritas nasional untuk diselesaikan. Sosialisasi program ini merupakan salah satu langkah strategis dan tepat untuk mengawal akuntabilitas program bangga kencana dan akselerasi penurunan stunting di Kabupaten Sambas," ujarnya saat dihubungi di Sambas, Senin.

Satono juga menyampaikan bahwa dalam penanganan stunting harus melihat banyak aspek, seperti aspek kesehatan, aspek keluarga, maupun aspek perilaku. Dan dalam pengentasan stunting harus dilakukan secara terpadu serta butuh komitmen kuat dari semua pemangku kepentingan.

"Stunting tentunya harus kita tangani secara baik, terukur, terarah dan akuntabel, melalui kerja nyata, kerja tuntas, kerja cerdas dan kerja berkualitas, dengan membangun sinergi, kolaborasi dan akselerasi semua pihak, agar kita tetap bisa membangun generasi masa depan, menjadi generasi yang unggul, berdaya saing, dan berkualitas dalam menuju Sambas Berkemajuan," kata dia.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka Stunting di Sambas pada 2022 sebesar 30,5 persen. Kalau berdasarkan data elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) angka Stunting di Sambas sudah mencapai 16 persen.

"Kami di Kabupaten Sambas bersama-sama mulai dari pemerintah desa, kabupaten serta didukung penuh oleh pemerintah provinsi dan pemerintah pusat selalu bersinergi, sehingga angka stunting bisa kami turunkan. Kami berharap target 14 persen 2024 bisa dicapai," katanya.

Ia menambahkan, dengan pencegahan dan penurunan Stunting itu, sebagai Bupati Sambas, Satono menginginkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sambas akan semakin meningkat pada generasi yang akan datang.

"Kami berharap dengan peningkatan IPM Sambas di tahun 2045 lahir generasi emas. Dan kami yakin di masa itu putra-putri Sambas betul-betul siap. Kami juga inginkan walaupun tinggal di pedesaan, akan tetapi anak-anak kita cerdas, sehat, tangguh dan siap untuk memajukan Kabupaten Sambas," kata Satono.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.