Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Film Dokumenter 'Pilihan' Jadi Literasi Digital Pekerja Migran Tangkal Terorisme

📅 Sabtu, 20 Apr 2024, 13:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Film Dokumenter 'Pilihan' Jadi Literasi Digital Pekerja Migran Tangkal Terorisme Doc: ANTARA/HO-BP2MI
Ket. Diskusi dan penayangan film "Pilihan" di Jakarta, Jumat (19/4/2024).

JAKARTA - Deputi Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Kawasan Eropa dan Timur Tengah Ketut Suardana mengatakan film dokumenter Pilihan memberikan arti penting dalam menjawab fungsi literasi digital di kalangan pekerja migran Indonesia.

Hal itu disampaikan Ketut dalam diskusi dan penayangan film Pilihan di Jakarta, Jumat (19/4).

"Selama ini kita hanya mendengar-mendengar saja, kita hanya membaca, itu pun kurang lengkap, kurang komprehensif. Akan tetapi, ketika menonton film, ternyata lebih lengkap lagi," kata Ketut dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (20/4).

Menurut dia, film ini berperan penting untuk mengedukasi para calon pekerja migran yang akan bekerja di berbagai negara supaya tidak terjebak menjadi korban.

Oleh karena itu, dia pun memuji film dokumenter 'Pilihan' yang mengisahkan PMI yang terjebak radikalisme.

"Beberapa ancaman bagi pekerja migran adalah digitalisasi dan literacy-skill. Ini juga penting kami harus ajarkan bagaimana pekerja migran memahami literasi digital itu, terutama kemampuan untuk bermain digital dengan baik," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Kerja Sama Internasional Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)Andhika Chrisnayudhantomengatakan bahwa selama ini propaganda dan narasi para ekstremis tersebar melalui media digital.Hal ini berperan penting pada proses terekrutnya para PMI ke dalam dunia kekerasan ekstrem.

Berdasarkan catatan BNPTpada tahun 2015 sampai 2023, ada sekitar 94 warga negara Indonesia yang kebetulan adalah PMIyang dipulangkan karena mereka terlibat atau terafiliasi dengan kekerasan ekstrem.

Propaganda dari kelompok keras, baik itu kelompok yang sifatnya radikalisme, terorisme internasional, maupun di dalam negeri, menurutAndhika, sangat berpengaruh.

Andhika menyebutkan pada tahun 2017 ada catatan dari Institute for Peace and Conflict (IPAC) ada sekitar 50 perempuan PMI yang ternyata sudah terpapar paham radikal.

Produser Eksekutif film dokumenter Pilihan Noor Huda Ismail mengaku pembuatan film memang untuk PMI.

Dikatakan pulabahwa film akan diputar oleh kementerian/lembaga terkait, seperti Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk diputar dan disaksikan oleh PMI sebelum diberikan pelatihan yang dibutuhkan.

Noor menilai masalah migrasi ini adalah permasalahan internasional. Saat ini pihaknya sudah memproduksi 15 film yang mengupas masalah migran.

"Terorisme ini hanya permasalahan kecil. Masih banyak lagi yang lebih besar. Film yang kami produksi semua fokusnya pada social-relation, hubungan keluarga maupun pertemanan," pungkasnya.

Film pendek Pilihan mengisahkan kisah tiga PMI yang saling bertolak belakang. Penggunaan teknologi di kalangan pekerja migran menjadi penyelamat atau bumerang.

Sutradara film Ani Ema Susanti kebetulan seorang mantan pekerja migran Hong Kong menelusuri kisah mantan pekerja migran lainnya yang punya latar belakang berbeda.

Teknologi yang digunakan Masyitoh, seorang PMI,cerdas yang mengejar impiannya dengan menyelesaikan kuliahnya di Singapura hingga siap pulang ke Indonesia dengan investasi yang telah dipersiapkannya selama menjadi pekerja migran.

Di sisi lain, PMI lainnya bernama Listyowatijuga menggunakan teknologi. Namun, dia malah terlibat jaringan ekstremisme kekerasan yang mengarah pada terorisme. Melalui film ini penonton diajak untuk melakukan refleksi dan melihat pentingnya literasi digital.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.