Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasar Desak BI Segera Menaikkan Suku Bunga Acuan

📅 Kamis, 18 Apr 2024, 00:50 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pasar Desak BI Segera Menaikkan Suku Bunga Acuan Doc: KORAN JAKARTA/M FACHRI
Ket. Bank Indonesia (BI)

» Kalau suku bunga naik, akan mendorong masyarakat lebih banyak menabung dan berinvestasi dalam negeri.

» Untuk meningkatkan suplai valas, pemerintah harus memberi insentif pengurangan pajak bagi eksportir yang mengembalikan DHE.

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) harus memenuhi desakan pelaku pasar agar segera menaikkan suku bunga acuan BI7 days Reverse Repo Rate (BI7 days RR Rate) ke level yang lebih tinggi dari level saat ini 6 persen. Hal itu penting karena untuk menyelamatkan kurs rupiah agar tidak semakin terpuruk lebih dalam.

Pengamat ekonomi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y Sri Susilo, mengatakan pada Rapat Dewan Gubernur, April ini, kenaikan suku bunga acuan adalah wajib. Sebab, rupiah telah melewati batas psikologis pasar yakni di level 16.000 per dollar AS. "Hukumnya wajib. Kalau tidak segera disikapi, bisa berbahaya bagi psikologi pasar," kata Susilo, di Yogyakarta, Rabu (17/4).

Kenaikan suku bunga, jelas Susilo, penting sebagai sinyal pada pelaku pasar untuk terus memegang rupiah. Ibu-ibu di tidak hanya di kota-kota besar, tapi juga di kota kecil seperti Jogja pun hari ini ramai-ramai membeli dollar karena percaya bahwa rupiah akan makin melemah. Apalagi para pemegang cash money besar tentu saja akan lebih percaya pegang dollar kalau BI tidak segera menaikkan bunga acuan.

Kalau suku bunga naik, papar Susilo, maka akan mendorong masyarakat untuk lebih banyak menabung dan berinvestasi dalam negeri. Tingkat suku bunga yang lebih tinggi dapat membuat produk tabungan dan investasi dalam negeri menjadi lebih menarik dibandingkan dengan investasi di luar negeri, sehingga mengurangi tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Pada gilirannya, kenaikan BI7 days RR Rate dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia.

"Dengan menunjukkan kesiapan BI untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi, hal itu dapat membantu menarik investasi asing serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perekonomian Indonesia secara keseluruhan," tandas Susilo.

Sebaiknya Anda baca juga:

Sementara itu, ekonom Ibrahim Assuaibi memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

"Walaupun bank sentral terus melakukan intervensi di pasar Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) berupa valuta asing dan obligasi, kemungkinan besar tidak akan cukup kuat untuk menahan laju pelemahan rupiah," kata Ibrahim kepada media di Jakarta, Selasa (16/4) seperti dikutip dari Antara.

Seusai libur Lebaran 2024, rupiah melemah karena penguatan indeks dollar AS menyusul menguatnya data ekonomi AS dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik Iran dan Israel. Rupiah merosot tajam hingga melampaui level 16.000 per dollar AS.

"Dalam pertemuan di bulan ini, BI harus menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin guna menstabilkan mata uang rupiah," kata Ibrahim yang juga sebagai Direktur PT Laba Forexindo Berjangka.

Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, pada 19-20 Maret 2024, BI mempertahankan suku bunga acuan atau BI7 days Reverse Repo Rate di level 6 persen. Suku bunga deposit facility juga tetap ditahan di level 5,25 persen, dan suku bunga lending facility 6,75 persen. BI selanjutnya akan menggelar RDG BI pada 23-24 April 2024, pekan depan.

Untuk menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah secara bersama-sama, Ibrahim juga mengimbau pemerintah harus terus melakukan intervensi melalui operasi pasar di mana harga-harga bahan pokok yang terus mengalami kenaikan perlu dikendalikan sehingga inflasi dapat terus terjaga dalam kisaran sasaran yang ditetapkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

56 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.