Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WNI Diminta Hindari Keramaian Pascapenusukan Massal di Sydney

📅 Senin, 15 Apr 2024, 02:35 WIB | Oleh:
WNI Diminta Hindari Keramaian Pascapenusukan Massal di Sydney Doc: AFP/DAVID GRAY
Ket. Ungkapan Belasungkawa l PM Australia, Anthony Albanese (tengah), berdiri bersama sejumlah pejabat dari Negara Bagian New South Wales, saat meletakkan karangan bunga tanda belasungkawa di luar mal Westfield Bondi Junction, Sydney, pada Minggu (14/4), sehari setelah terjadi serangan penusukan massal yang menewaskan 6 warga. Pelaku penusukan massal adalah Joel Cauchi (40) yang diketahui memiliki riwayat gangguan mental.

JAKARTA- Konsul Jenderal RI di Sydney, Australia, Vedi Kurnia Buana, meminta warga negara Indonesia yang berada di Sydney untuk menghindari area keramaian dan tetap waspada pascapenusukan massal di ibu kota Negara Bagian New South Wales itu.

"KJRI Sydney segera berkoordinasi dengan Department of Foreign Affairs and Trade (Kemlu) dan Australian Federal Police (Kepolisian) serta menghubungi simpul masyarakat Indonesia," kata Konjen Vedi melalui keterangan resmi KJRI Sydney yang diterima di Jakarta, Sabtu (13/4).

Kendati hingga saat ini tidak ada informasi WNI yang menjadi korban dalam serangan tersebut, Vedi meminta WNI untuk menghubungi nomor hotline: (+61) 434 544 478 jika memiliki informasi lebih lanjut atau memerlukan bantuan KJRI Sydney.

Insiden penusukan di pusat perbelanjaan Westfield Bondi Junction di Sydney terjadi pada Sabtu sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Polisi memberikan informasi bahwa pelaku penyerangan, yakni satu orang, telah dilumpuhkan dan tewas di tempat.

Lebih dari delapan korban penyerangan telah dibawa ke rumah sakit dan dalam kondisi kritis, termasuk satu orang anak. Hingga pukul 19.47 waktu setempat, ada tujuh orang korban yang meninggal dunia.

Sementara itu, Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Judha Nugraha, mengatakan bahwa setelah kejadian itu, KJRI di Sydney segera berkoordinasi dengan Kemlu Australia dan kepolisian setempat untuk menangani kemungkinan ada WNI yang menjadi korban.

"Kami juga menghubungi simpul-simpul masyarakat Indonesia, dan dipastikan hingga saat ini, tidak ada informasi soal korban WNI dalam serangan itu," tutur Judha melalui pesan singkat.

Judha menyebut jumlah WNI di Sydney sekitar 10.000 orang, yang sebagian besar adalah pelajar atau mahasiswa serta pekerja migran.

Polisi menembak mati sang pelaku yang hingga kini belum diungkap identitas dan motif kejahatannya. Kantor berita AFP pada Minggu (14/4) melaporkan bahwa pelaku penusukan adalah warga lokal bernama Joel Cauchi (40 tahun) dengan riwayat gangguan mental. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.