Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pentingnya Hutan bagi Kelangsungan Hidup di Bumi

📅 Senin, 15 Apr 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Pentingnya Hutan bagi Kelangsungan Hidup di Bumi Doc: afp/ Michael DANTAS

Setiap hari dunia kehilangan hutan yang diperlukan untuk menstabilkan iklim Bumi. Peneliti pun meyakini bahwa penghijauan kembali dan konservasi hutan merupakan fondasi bagi penanggulangan krisis iklim berkelanjutan.

Lebih dari separuh lahan layak huni di muka Bumi pernah diselimuti hutan lebat. Tapi selama 10.000 tahun, kiprah manusia menebangi hutan dan penggundulan baru meningkat drastis dalam satu abad terakhir.

Luas hutan yang ditebang sejak tahun 1900 saat ini telah mencapai area seluas Amerika Serikat atau lima kali lipat luas daratan Indonesia. Jumlah tersebut sama dengan luas hutan yang hilang dalam 9.000 tahun sebelumnya, menurut platform statistik Our World in Data.

Pada tahun 2023, dunia kehilangan tutupan hutan tropis seluas Singapura setiap pekan, menurut data terbaru Global Forest Watch yang diterbitkan oleh organisasi penelitian World Resources Institute (WRI). Totalnya mencapai 3,7 juta hektare sepanjang tahun. Namun begitu, data menunjukkan betapa kerusakan hutan sudah sedikit menurun dibandingkan tahun 2022.

Seringkali, hutan ditebang untuk membuka lahan pertanian, terutama untuk pakan ternak, kedelai, kelapa sawit atau untuk kayu. Kerusakan juga tercatat ketika perubahan iklim semakin melazimkan kebakaran hutan, termasuk di belahan Bumi utara. Kebakaran yang memecahkan rekor di Kanada menyebabkan lonjakan jumlah kerusakan sebesar lima kali lipat pada tahun lalu.

Penyusutan hutan perlahan merusak ruang hidup dan dataran layak huni bagi manusia. Tapi meski telah berkomitmen menghentikan deforestasi pada 2030, sebagian besar negara hingga kini masih belum dalam posisi untuk mewujudkan janji tersebut.

"Dunia mengambil dua langkah maju dan dua langkah mundur ketika menyangkut angka deforestasi tahun lalu," kata Mikaela Weisse, Direktur Global Forest Watch di WRI dalam sebuah pernyataan pers seperti dilansir kantor berita Deutsche Welle baru-baru ini.

Negara-negara kaya hutan seperti Kolombia dan Brasil telah berhasil mengurangi laju kerusakan hutan secara signifikan. Tapi pencapaian tersebut nyaris dinihilkan oleh bertambahnya luas hutan gundul di Bolivia, Laos, dan Nikaragua.

Hutan yang sehat menjamin kelangsungan hidup manusia dengan menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen.

Hutan juga mengisi ulang cadangan air bersih dan bertindak sebagai penyaring alami. Sistem akarnya menyerap kelebihan nutrisi dan polutan dari limpasan air hujan sebelum memasuki akuifer, sehingga menjaga air tetap aman untuk dikonsumsi.

Akar pohon dan tanaman mencegah longsor karena memperkuat struktur tanah. Ketika daun dan dahan mememperlambat jatuhnya air hujan, akar membantu menyerap air dengan lebih cepat. Di pesisir pantai, hutan bakau berlaku laksana benteng alam untuk menahan gelombang laut.

Keasrian hutan juga bernilai esensial bagi produksi pangan, baik sebagai wadah pertumbuhan buah-buahan dan hewan, maupun suaka alam bagi satwa penyerbuk.

Hutan secara langsung menopang kehidupan 1,6 miliar manusia di Bumi, dengan menyediakan kayu, bahan bakar, makanan, pekerjaan, dan tempat tinggal bagi sekitar 300 juta manusia di seluruh dunia.

Lebih dari 80 persen keanekaragaman hayati di darat, termasuk 80 persen spesies amfibi, dan 75 persen burung bergantung hidup di hutan. Hutan tropis di belahan Bumi selatan menampung lebih dari separuh spesies vertebrata di dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Luar Negeri
Kemlu RI Pantau Keamanan WN...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.