Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pada Libur Panjang Idul Fitri, Dishub Bantul Berlakukan Searah Jalur Imogiri-Mangunan Cegah Kemacetan

📅 Jumat, 12 Apr 2024, 00:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pada Libur Panjang Idul Fitri, Dishub Bantul Berlakukan Searah Jalur Imogiri-Mangunan Cegah Kemacetan Doc: ANTARA/Hery Sidik
Ket. Kawasan wisata Mangunan di wilayah perbukitan Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bantul - Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memberlakukan searah pada jalur Imogiri-Mangunan, jalur menuju kawasan wisata perbukitan Dlingo, pada libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah untuk mencegah kemacetan arus lalu lintas.

"Berdasarkan keputusan Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Provinsi DIY yang diselenggarakan, untuk jalur Imogiri-Mangunan diberlakukan satu arah," kata Kepala Dinas Perhubungan Bantul Singgih Riyadi di Bantul, Kamis.

Menurut dia, pemberlakuan satu arah di jalur wisata tersebut sebagai antisipasi atau mencegah kepadatan arus wisatawan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas selama libur panjang Lebaran 2024.

"Jadi kendaraan wisatawan, terutama bus besar dari bawah yang menuju wisata Mangunan naiknya lewat Imogiri," katanya.

Dia mengatakan untuk kendaraan wisatawan yang datang dari arah utara, atau melalui Jalan Wonosari Piyungan bisa naik lewat simpang tiga Patuk, namun hanya tujuan destinasi wisata bukan di daerah Mangunan.

"Kemudian kendaraan yang melalui Patuk hanya diperbolehkan kendaraan wisatawan yang tujuannya di Heha Sky view, selain itu untuk yang ke Dlingo, diberlakukan satu arah melalui jalur Imogiri," katanya.

Sebagai antisipasi, pihaknya juga mendirikan pos pantau dan penempatan personel di jalur Imogiri-Mangunan. Selain itu, pengaturan arus lalu lintas di jalur wisata juga diterapkan di jalur Cino Mati, atau jalur wisata ke Mangunan lewat Pleret.

"Untuk jalur Cino Mati memang kami rekomendasikan untuk tidak dilalui wisatawan, akan tetapi pengalaman beberapa waktu lalu tetap ada saja pemudik yang melintas di sana," katanya.

Pihaknya juga sudah memasang rambu rambu dari simpang empat Terong dan simpang tiga Bawuran, bahwa bus dan kendaraan besar dilarang melintas, kemudian juga menempatkan personel di jalur tersebut untuk antisipasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.