Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tahanan yang Terlibat dalam Penyelundupan Narkoba ke Lapas Tidak Dapat Remisi

📅 Selasa, 09 Apr 2024, 00:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tahanan yang Terlibat dalam Penyelundupan Narkoba ke Lapas Tidak Dapat Remisi Doc: ANTARA/Ahmad Fikri
Ket. Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur, Jawa Barat, Tomi Elyus.

Cianjur - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cianjur, Jawa Barat, memastikan tiga orang warga binaan yang terlibat dalam upaya penyelundupan narkoba jenis sabu ke dalam lapas tidak akan mendapatkan remisi Hari Raya Idul Fitri 2024.

Kepala Lapas Cianjur Tomi Elyus di Cianjur Senin, mengatakan sekitar 750 orang warga binaan akan mendapat remisi bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, dimana potongan yang didapatkan mulai dari 15 hari sampai dengan 60 hari.

"Saat ini ketiga warga binaan yang terlibat dalam upaya penyelundupan narkoba jenis sabu telah ditempatkan di staf sel di Lingkungan Lapas Cianjur, sehingga mereka tidak akan mendapat remisi seperti ratusan warga binaan lainnya," kata Tomi.

Karena terlibat dalam upaya penyelundupan narkoba jenis sabu dalam sandal, ketiga tersangka DN, DZ dan R masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut dari Satnarkoba Polres Cianjur, bahkan setelah menjalani pemeriksaan dari Kepolisian, ketiganya akan dilimpahkan ke Kejaksaan untuk mendapat hukuman tambahan.

Setelah dipastikan mendapatkan hukuman tambahan di Pengadilan Negeri Cianjur, merekan akan di pindahkan ke lapas lain karena Lapas Cianjur bukan lapas maksimal terlebih saat ini Lapas Cianjur mengalami kelebihan warga binaan.

"Mereka nanti akan dipindah ke lapas di luar Cianjur karena berbagai pertimbangan," katanya.

Seperti diberitakan Lapas Kelas IIB Cianjur, menggagalkan upaya warga binaan yang hendak menyelundupkan paket sabu dan obat terlarang ke dalam lapas dengan cara menyembunyikannya di dalam sandal guna mengelabui petugas.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Cianjur Muarif, mengatakan aksi penyelundupan terungkap ketika seorang warga binaan atas nama Rian masuk ke ruang besuk, namun setelah usai menerima tamu dia seperti gelisah.

"Gerak-gerik-nya mencurigakan sehingga membuat petugas terus memantaunya, setelah menerima tamu di ruang besuk Rian tidak kembali ke selnya tapi bolak-balik di depan ruang besuk, sehingga kecurigaan petugas semakin kuat," katanya.

Petugas juga menemukan kejanggalan ketika memperhatikan sandal yang dipakai sebelum masuk ruang besuk berbeda dengan yang dipakainya saat keluar, sehingga petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap pelaku yang diketahui sudah berganti sendal dengan pembesuk.

Warga binaan yang sudah mendekam selama satu tahun di Lapas Cianjur itu, dibawa ke pos pengamanan guna dimintai keterangan, di hadapan petugas Rian mengaku bersama dua napi lainnya sudah bertukar sandal yang sebelumnya diberikan pembesuk atas nama L temannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.