Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OJK Jangan Abaikan Inflasi yang Terus Gerus Daya Beli

📅 Rabu, 03 Apr 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
OJK Jangan Abaikan Inflasi yang Terus Gerus Daya Beli Doc: ISTIMEWA
Ket. NAILUL HUDA Peneliti Ekonomi Celios - Ini harus diwaspadai menjadi ancaman penurunan daya beli ke depan karena saat ini sudah mengkhawatirkan. Daya beli yang tergerus akibat inflasi bisa menyebabkan permintaan akan berkurang.

JAKARTA - Pernyataan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyebutkan ekonomi Indonesia akan tetap bisa tumbuh solid dengan inflasi inti yang terjaga stabil karena didukung permintaan domestik yang meningkat, dinilai mengabaikan kondisi ekonomi yang sesungguhnya di masyarakat.

Peneliti Ekonomi Celios, Nailul Huda, mengatakan, inflasi inti yang stabil memang menunjukkan daya beli masyarakat terjaga, namun inflasi umum yang tinggi bisa berpotensi menyebabkan daya beli tergerus, terutama dalam jangka pendek karena harga volatile food meningkat.

"Ini harus diwaspadai menjadi ancaman penurunan daya beli ke depan karena saat ini sudah mengkhawatirkan. Daya beli yang tergerus akibat inflasi bisa menyebabkan permintaan akan berkurang," tegasnya.

Pada titik tertentu, papar Huda, bisa menurunkan Purchasing Managers' Index (PMI). Apalagi tren suku bunga tinggi yang berlangsung alam pasti akan mengganggu ekspektasi investasi. Bisa jadi ekspansi manufaktur terganggu.

"Ancaman ekonomi global juga belum usai di tengah ancaman resesi ekonomi di Tiongkok dan beberapa negara maju lainnya," kata Huda.

Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK, Mahendra Siregar, dalam keterangan pers Hasil Rapat DK OJK Bulan Maret 2024 di Jakarta, Selasa (2/4), mengatakan ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh solid dengan inflasi inti yang terjaga stabil dan bahkan menghentikan tren penurunan sejak akhir 2022.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi tahunan (year on year/yoy) pada Maret 2024 sebesar 3,05 persen atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 102,99 pada Maret 2023 menjadi 106,13 pada Maret 2024.

Mahendra menuturkan ada indikasi pemulihan dari sisi permintaan ke depan, sedangkan dari sisi kinerja manufaktur, PMI terus terjaga dalam zona ekspansi, didorong oleh meningkatnya permintaan.

Tekan Disparitas

Guru Besar Sosiologi dari Universitas Airlangga Surabaya, Bagong Suyanto, dalam kesempatan terpisah mengingatkan pemerintah sebaiknya mengutamakan pertumbuhan yang berkualitas di mana disparitas dapat ditekan.

"Terlepas dari soal konsumsi atau produksi yang menjadi pendekatan perhitungan pertumbuhan. Pembangunan dan program harus mengutamakan sektor-sektor yang menjadi tempat penikmat pertumbuhan akan lebih luas," kata Bagong.

Pemerintah juga harus mengutamakan pertumbuhan berkualitas untuk menekan ketimpangan, karena pertumbuhan berkualitas lebih inklusif dan merata. Pertumbuhan itu seharusnya merata di semua sektor, terutama yang banyak menyerap tenaga kerja seperti pertanian, perikanan, dan lainnya.

"Jika ini tidak tercapai maka tetap saja pertumbuhannya akan timpang karena hasilnya hanya akan dinikmati oleh pemilik modal besar," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.