Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Filipina Akan Tingkatkan Keamanan Maritim

📅 Senin, 01 Apr 2024, 02:59 WIB | Oleh:
Filipina Akan Tingkatkan  Keamanan Maritim Doc: AFP/Ted ALJIBE
Ket. Hadapi Tantangan l Sejumlah ABK mengawasi kapal Penjaga Pantai Tiongkok yang membuntuti kapal milik Biro Perikanan dan Sumber Daya Maritim Filipina pada pertengahan Februari lalu. Pada Minggu (31/3), Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, menegaskan bahwa Filipina terus menghadapi serangkaian tantangan serius yang mengancam integritas wilayahnya.

MANILA - Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, telah menyerukan agar pemerintahannya untuk memperkuat koordinasi keamanan maritim untuk menghadapi serangkaian tantangan serius terhadap integritas wilayah dan perdamaian, seiring dengan meningkatnya perselisihan dengan Tiongkok.

Perintah tersebut, yang ditandatangani pada tanggal 25 Maret dan dipublikasikan pada Minggu (31/3), tidak menyebut Tiongkok namun dikeluarkan mengikuti serangkaian konfrontasi maritim bilateral dan saling tuding mengenai wilayah sengketa di Laut Tiongkok Selatan (LTS).

"Meskipun ada upaya untuk meningkatkan stabilitas dan keamanan di wilayah maritim kita, Filipina terus menghadapi serangkaian tantangan serius yang mengancam integritas wilayah, dan juga keberadaan damai warga Filipina," kata Presiden Marcos Jr dalam perintah tersebut.

Sebelumnya pada 28 Maret lalu, Presiden Marcos Jr telah berjanji untuk menerapkan tindakan balasan terhadap serangan ilegal, koersif, agresif dan berbahaya yang dilakukan oleh penjaga pantai Tiongkok.

Perintah Presiden Marcos Jr juga memperluas dan mengatur ulang dewan maritim pemerintah, menambahkan penasihat keamanan nasional, jaksa agung, kepala Badan Koordinasi Intelijen Nasional, dan satuan tugas LTS.

Perintah tersebut tampaknya memperluas peran militer dengan memasukkan Angkatan Bersenjata Filipina, bukan hanya angkatan laut, di antara lembaga-lembaga yang mendukung dewan tersebut.

Dewan Maritim Nasional yang berganti nama akan menjadi badan pusat yang merumuskan strategi guna memastikan kerangka kerja yang terpadu, terkoordinasi dan efektif untuk keamanan maritim dan kesadaran domain Filipina.

Marcos menambah jumlah lembaga yang mendukung dewan tersebut menjadi 13 dari sembilan, termasuk badan antariksa dan Institut Urusan Maritim dan Hukum Laut Universitas Filipina.

Peringati Korsel

Sementara itu kantor berita Xinhua pada Sabtu (30/3) melaporkan bahwa Tiongkok telah meminta Korea Selatan (Korsel) untuk berhati-hati dalam menanggapi masalah LTS. Hal itu disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian.

Lin menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers rutin pada Kamis (28/3) lalu, ketika merespons pertanyaan media tentang komentar jubir Kemenlu Korsel yang dinilai bias dan tidak faktual mengenai masalah LTS selama beberapa hari terakhir.

"Tiongkok menyesalkan hal ini dan telah mengajukan protes ke Korsel," kata Lin, seraya menambahkan bahwa Korsel bukan pihak yang terlibat dalam masalah LTS dan apa yang telah dilakukan Korsel akhir-akhir ini tidak memberikan kontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas di LTS, apalagi untuk hubungan Tiongkok-Korsel.

Pada Selasa (26/3) lalu, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan (Korsel) menyatakan keprihatinan besar atas penggunaan meriam air yang dilakukan Tiongkok baru-baru ini terhadap kapal-kapal Filipina.

Kementerian itu lalu menyatakan bahwa tindakan ini telah meningkatkan ketegangan di LTS yang merupakan rute navigasi internasional utama yang digunakan oleh semua negara, termasuk Korea, telah melemahkan upaya menjaga perdamaian, stabilitas, keamanan, dan tatanan maritim berbasis aturan. ST/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.